Bank Mandiri (BMRI) – HOLD (Downgrade) Price: Rp 7,650 – Target Price: Rp 8,200

Suria Dharma, Head of Research | PT Samuel Sekuritas Indonesia

Kami menurunkan rekomendasi kami menjadi HOLD dengan target price sama di Rp 8.200 (1.9x PBV 2019F). Kami memperkirakan BMRI akan lebih agresif dalam pertumbuhan DPK di 4Q18 untuk menekan LDR ke bawah 92%. Disisi lain, kami melihat resiko NPL di Kredit Korporasi Menengah masih tinggi.

LDR telah mencapai 94% di Oktober 2018. Kami melihat LDR telah mencapai 94%, sehingga kami memperkirakan BMRI akan lebih agresif dalam pertumbuhan DPK di 4Q18. Di 10M18, kredit tumbuh 17,1% yoy, lebih tinggi dari 9M18 sebesar 13,8% yoy (industri: 13,4% yoy per Okt ’18). Disisi lain, DPK hanya tumbuh 9,9% yoy ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 14,3% yoy (9M18: DPK tumbuh 9,2%). CASA terlihat cukup stabil di angka 67%. Dengan manajemen mentargetkan kredit tahun ini pada 11-13%, kami melihat LDR seharusnya berpeluang turun ke level di bawah 92%

Penyaluran kredit di 3Q18 masih didominasi korporasi besar dan mikro.  BMRI sebenarnya menargetkan kenaikan komposisi kredit consumer sebesar 200bps sampai dengan 2020 yang disertai dengan pengurangan komposisi kredit korporasi besar dan menengah, masing-masing sebesar 500bps dan 100bps. Namun demikian, dari Rp 154,3 triliun yang didistribusikan di 3Q18, terlihat bahwa 65,5% masih dialokasikan ke kredit korporasi besar dan 12,5% dialokasikan ke kredit mikro. Hanya 3,4% dialokasikan ke kredit konsumer.

Resiko NPL masih didominasi oleh Kredit Korporasi Menengah. 74% (Rp 15,4 triliun) dari total NPL (Rp 20,8 triliun) di 3Q18 masih didominasi oleh Kredit Korporasi Menengah. Permasalahan di Kredit Korporasi Menengah ini memang sudah lama disadari oleh manajemen, sehingga segmen ini tidak menjadi prioritas utama lagi. Terlihat pertumbuhan kredit ini negatif dan turun -9.9% yoy di 3Q18. Kontribusi kredit korporasi menengah terhadap total kredit yang disalurkan turun dari 23% di 3Q17 ke 18.2% di 3Q18.

Menurunkan menjadi HOLD. Secara valuasi, BMRI relatif menarik dengan PBV berada di sekitar standar deviasi -0.5 dalam rolling PE jangka panjang. Namun demikian, telah terjadi kenaikan harga sejak riset kami yang terakhir, sehingga mendekati target price kami. Kami menurunkan rekomendasi menjadi HOLD dengan target price sama pada Rp 8.200 (1,9x PBV 2019F) atau potensi 7.2% upside.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here