Oleh Jameel Ahmad, Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM

Optimisme terhadap perdamaian dagang sementara antara Amerika Serikat dan China yang diumumkan setelah pertemuan G-20 di Argentina akhir pekan lalu berperan luar biasa dalam mengangkat selera risiko investor global di awal pekan perdagangan baru ini.

Dolar yang melemah menguntungkan Rupiah

Dolar yang melemah dianggap sebagai sinyal positif bagi Rupiah. USDIDR merosot 0.43% di hari Senin, dan ada optimisme bahwa harapan perdamaian dagang dan pandangan Federal Reserve yang lebih pesimis dari dugaan akan semakin memperkuat Rupiah di bulan Desember.

Perkembangan situasi dagang dan peningkatan selera risiko yang berkepanjangan dari investor juga akan membantu Indeks Harga Saham Gabungan untuk mendapat keuntungan dari reli di sejumlah pasar saham lainnya setelah penangguhan tarif yang dilakukan Amerika Serikat dan China.

Peningkatan selera risiko terlihat di berbagai kelas aset di seluruh dunia, termasuk selera yang meningkat di pasar saham dan sejumlah mata uang pasar berkembang diuntungkan oleh peningkatan selera investor terhadap risiko yang lebih tinggi dalam portofolio mereka.

Selain selera risiko yang membaik, salah satu poin penting dari fluktuasi pasar di hari Senin adalah Dolar kembali melemah. Sejarah mencatat sejak lama bahwa berkurangnya ketegangan dagang akan mengurangi permintaan Dolar; kemajuan menuju membaiknya ketegangan dagang dan nada pesimis dari Federal Reserve mengenai ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi peluang menarik bagi trader untuk mengambil untung dari posisi beli USD.

Mata uang pasar berkembang menguat terhadap Dolar

Semua mata uang di wilayah Asia Pasifik menguat terhadap Dolar, kecuali Rupee India yang melemah 0.6% pada saat laporan ini dituliskan karena data domestik gagal mencapai ekspektasi. Tren yang sama juga terlihat di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dan kita dapat melihat apakah reli ini dapat meluas ke Amerika Latin hari ini.

Won Korea Selatan, yang sering digunakan sebagai gambaran mata uang Asia terkait selera risiko investor, menguat lebih dari 0.9% sementara Yuan China menguat hingga 1%. Rand Afrika Selatan dan Peso Meksiko menguat lebih dari 1.7% karena optimisme situasi dagang.

Reli buktikan sensitivitas pasar global terhadap ketegangan dagang

Reli yang terjadi di berbagai kelas aset saat ini menunjukkan bahwa walaupun ketegangan dagang antara AS dan China tampak seperti masalah bilateral antar dua negara, namun karena ini melibatkan dua kekuatan ekonomi raksasa dunia maka pengaruhnya luar biasa terhadap optimisme pasar global.

Penurunan data ekonomi global di enam bulan terakhir tahun ini menunjukkan bahwa ketegangan dagang yang berkepanjangan memiliki dampak negatif terhadap ekonomi global. Semua pihak akan diuntungkan apabila ketegangan dagang ini dapat diatasi sepenuhnya.

Minyak mentah WTI diuntungkan oleh peningkatan selera risiko

Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 5% di awal perdagangan hari Senin, dan ini sangat menggambarkan bahwa optimisme pasar global dan kekhawatiran sebelumnya mengenai ketegangan dagang mampu memengaruhi permintaan di pasar komoditas.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak sangat terpukul karena kekhawatiran tentang keadaan ekonomi global yang berasal dari ketegangan dagang mengakibatkan penurunan permintaan minyak. Apabila ada perbaikan lebih lanjut mengenai masalah ini, maka akan dianggap sebagai potensi "beli" di pasar minyak.

Berita bahwa Qatar keluar dari OPEC pada Januari 2019 akan dianggap sebagai berita negatif mengenai kartel minyak ini, namun saya tidak yakin bahwa ini akan berdampak besar terhadap pasar minyak. Qatar sudah menyatakan bahwa keputusan ini tidak terkait dengan konflik politik yang menyebabkan Qatar diboikot oleh banyak negara tetangganya di bulan Juni 2017, namun karena Qatar ingin berfokus pada industri Gas.

Perlu diingat bahwa OPEC terus kehilangan pengaruh di industri minyak selama beberapa tahun terakhir, dan justru mencoba bekerja sama dengan lebih banyak produsen di luar kartel, sehingga menurut saya berita keluarnya Qatar dari OPEC tidak akan berpengaruh besar terhadap kartel ini selama hubungan dengan Qatar dapat dijaga.

Apakah reli pasar dapat berlanjut hingga Natal?

Jika masalah ketegangan dagang antara AS dan China semakin membaik, maka ini berpotensi menimbulkan reli pasar yang kuat sebelum perdagangan ditutup di tahun 2018. Pertanyaan utama yang perlu diketahui investor saat ini adalah seberapa lama perdamaian dagang ini dapat bertahan, dan apakah ada ruang untuk kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi dagang antara AS-China dari perdamaian ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here