Ringkasan beritan emiten hari ini

0
2

§ Target PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI, Rp7.750, NEUTRAL, TP Rp8.000) terlampaui. BBNI telah melampaui target penerbitan uang elektronik pada tahun ini. Per September 2018, BBNI telah menerbitkan 4,2 juta keping kartu, naik 135,9% YoY.

Awalnya BBNI hanya menargetkan menerbitkan 4 juta keping kartu. Asian Games dan aturan bayar tol non tunai bisa dikatakan menjadi faktor yang membuat target tersebut bisa dilampaui. (Bisnis Indonesia)

§ PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI, Rp220, BUY, TP Rp320) & BUMN China bakal bangun pabrik ban pesawat.

GMFI tengah menyusun rencana untuk membangun pabrik ban pesawat dengan membentuk perusahaan patungan dengan salah satu perusahaan asal Uni Eropa atau Amerika Serikat. GMFI telah mengantongi komitmen pendanaan hingga US$500 juta dari investor asal China. (Bisnis Indonesia)

§ PT Shield on Service Tbk (SOSS) pacu segmen Manpower. SOSS akan memperbesar porsi pendapatan dari segmen penyedia jasa tenaga kerja (Manpower) lewat akuisisi PT Human Resources Provider.

SOSS baru melakukan IPO pada 6 November 2018 dengan mengantongi dana Rp41,25 miliar melalui penawaran saham sebanyak 150 juta saham pada harga pelaksanaan Rp275 per saham. (Bisnis Indonesia)

§ PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR, Rp4.090, BUY, TP Rp5.600) didorong bermitra dengan Toyota. Pemerintah mendorong pemrakarsa tol akses Patimban, JSMR untuk bekerja sama dengan perusahaan Jepang dalam merealisasikan rencana pembangunan tol sepanjang 37,7 km dengan nilai investasi Rp6,4 triliun.

Saat ini JSMR tengah menjajaki kemungkinan bermitra dengan salah satu perusahaan Jepang, yakni Toyota. (Bisnis Indonesia)

§ Penjualan emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, Rp680, BUY, TP Rp1.300) lampaui target. Sepanjang Januari-September 2018, ANTM telah menjual emas sebanyak 24 ton atau menyentuh target yang dibidik pada tahun ini. Per september 2018, penjualan emas melonjak 221% YoY menjadi 22.388 kg dari sebelumnya 6.966 kg. (Bisnis Indonesia)

§ Margin emiten rokok mengepul. Pemerintah membatalkan kenaikkan cukai rokok tahun depan. Efeknya, saham-saham emiten candu nikotin itu masih menjadi buruan pelaku pasar. Tak bisa dipungkiri, batalnya kenaikan cukai rokok berpotensi membuat Negara kehilangan sebagian pemasukan pajak.

Namun disisi lain, hal itu memberikan angin segar mengigat margin emiten rokok sangat sensitive dengan cukai. (Kontan)

§ Efisiensi Bank mengendor di kuartal III tahun ini. Terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bank. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per September 2018, BOPO industry perbankan naik 36 basis poin (bps) secara year on year dari 78,90% menjadi 79,26%. (Kontan)

§ PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, Rp680, BUY, TP Rp1.300) bidik pembeli emas segmen milenial. Emiten pelat merah ini menggandeng PT Orori Indonesia untuk menjual emas secara daring.

Abdul Hadi Aviciena, General Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia ANTM mengatakan “Kami mencoba member akses lebih mudah kepada generasi milenial. Selain sudah melek dunia internet, minat generasi milenial terhadap investasi emas juga tinggi”. (Kontan)

§ Anak ayam bikin laba PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA, Rp2.100) gemuk. Terpenuhnya pasokan bahan baku pakan dan suplai ayam yang terjaga, mendorong peningkatan signifikan kinerja JPFA. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2018, JPFA mengantongi laba bersih Rp 1,67 triliun. Angka itu melonjak 108% secara tahunan. (Kontan)

§ Kinerja keuangan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ, Rp180) masih terbebani biaya ekspansi. Masih mencatatkan kenaikan pendapatan 24% menjadi Rp 573,82 miliar pada kuartal ketiga tahun ini. Namun perusahaan pengelola rumah sakit ini masih rugi.

Kerugiannya bahkan semakin dalam sekitar 21% menjadi Rp 57,49 miliar. Kenaikan beban usaha sebesar 20% menjadi Rp 456,05 miliar memicu kenaikan kerugian perusahaan itu. (Kontan)

§ PT Shield On Service Tbk (SOSS, Rp414) gunakan dana IPO untuk akuisisi dan ekspansi luar jawa. SOSS akan memakai Rp 8,5 miliar hasil IPO untuk mengakuisisi 20,61% saham PT Human Resource Provider (HRP). Kini SOSS memiliki 30,39% saham HRP, dan menjadi 51% selepas transaksi. (Kontan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here