Rupiah Tertekan karena Perkembangan Dagang yang Bertolak Belakang; PDB Lampaui Ekspektasi

0
4

Jameel Ahmad, Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM

Dua hari dapat membuat perubahan yang signifikan di pasar finansial. Kami memperhatikan adanya pergeseran investor global ke arah “risk-off” setelah Penasihat Ekonomi Gedung Putih membantah laporan sebelumnya bahwa Presiden Trump meminta kabinetnya untuk menyusun perjanjian dagang dengan China, yang menghapus nuansa positif dan reli pasar finansial pasca berita tak terduga ini.

Beberapa jam awal perdagangan di pekan ini sudah menunjukkan betapa sensitif mata uang pasar berkembang terhadap berita seperti ini. Rupiah adalah salah satu dari banyak aset pasar berkembang yang kehilangan momentum positif karena perkembangan ini.

Pekan ini secara umum akan sibuk bagi pasar berkembang, dan ini bermakna volatilitas Rupiah masih mungkin terus berlanjut. Ada beberapa risiko peristiwa di pasar global yang berperan penting dalam menentukan arah pasar berkembang.

Rapat Federal Reserve dan pemilu paruh waktu mendatang di Amerika Serikat adalah dua peristiwa yang akan dipantau investor dengan sangat cermat. Pemilu paruh waktu biasanya tidak dianggap sebagai peristiwa besar di pasar finansial, namun ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai Pemerintahan Trump berarti investor bisa saja lebih reaktif terhadap peristiwa ini.

Hasil pemilu paruh waktu AS di hari Selasa akan menentukan partai mana yang mengendalikan Dewan Perwakilan dan Senat. Menurut sebagian besar data survei, Demokrat berpeluang mengendalikan Dewan Perwakilan dan Republik tetap mengendalikan mayoritas kursi di Senat. Hasil seperti ini akan membatasi kemampuan Trump untuk meloloskan kebijakan, baik fiskal maupun dagang, sehingga pasar berkembang akan berisiko mengalami volatilitas karena investor mengatur ulang posisi mereka.

Skenario terbaik bagi Rupiah adalah jika terjadi aksi jual Dolar karena kekhawatiran bahwa Trump tidak akan mampu lagi untuk melaksanakan kebijakan proteksionisme pro-AS tanpa ketahanan legislatif yang lebih baik.

Skenario terburuk bagi pasar finansial adalah Demokrat mengendalikan Dewan Perwakilan dan Senat sehingga meningkatkan kemungkinan pemecatan Presiden Trump, tapi bagi saya ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan investor saat ini jika kita mempertimbangkan berbagai faktor penggerak eksternal lainnya.

Ada berita positif mengenai ekonomi Indonesia setelah hasil PDB kuartal ketiga melampaui ekspektasi. PDB Q3 mencapai 5.17% disetahunkan, lebih tinggi dari data sebelumnya yaitu 5.06% disetahunkan, dan sedikit di atas ekspektasi yaitu 5.15%.

Bahkan setelah data positif ini diumumkan, pasar masih memandang bahwa ekonomi Indonesia, seperti banyak pasar berkembang lainnya, terancam melambat karena ketegangan perang dagang yang berkepanjangan. Ini tetap menjadi kekhawatiran besar di pasar berkembang yang sangat bergantung pada perdagangan global, dan ketegangan dagang yang tak juga usai telah mengakibatkan revisi pertumbuhan yang lebih rendah di skala global tahun ini dan menjelang tahun depan.

Ketegangan dagang bukanlah hal yang bisa dihindari pasar tertentu karena ini di luar kendali domestik. Terobosan signifikan di negosiasi dagang AS-China diperlukan untuk mengembalikan selera risiko ke pasar finansial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here