Pemerintah serap Rp23,38 triliun dari penjualan ORI015 dengan kupon 8.25%

0
21

Hasil Penjatahan Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI015 Pada Tanggal 29 Oktober 2018

Jakarta, 29 Oktober 2018 – Pada hari ini bertempat di Jakarta, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko a.n. Menteri Keuangan, melaksanakan Penjatahan Obligasi Negara Ritel seri ORI015 kepada individu atau orang perseorangan Warga Negara Indonesia. Penjualan ORI015 dilakukan melalui 17 (tujuh belas) Mitra Distribusi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah, terdiri dari 15 bank dan 2 perusahaan efek.

Penerbitan ORI015 dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dengan cara memperluas basis investor di dalam negeri. ORI015 merupakan instrumen SBN ritel ke-4 yang diterbitkan Pemerintah di tahun 2018, setelah Sukuk Ritel seri SR010, Savings Bond Ritel seri SBR003 dan SBR004. Beberapa kebijakan baru diterapkan dalam ketentuan dan persyaratan pembelian ORI015, antara lain jumlah minimal pembelian yang diturunkan menjadi Rp1 juta (pada ORI014 minimum pembelian adalah Rp5 juta), persyaratan Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID) yang harus dimiliki investor yang melakukan pembelian di pasar perdana serta ketentuan bahwa perpindahan kepemilikan ORI015 di pasar sekunder hanya dapat dilakukan antar investor domestik. Diharapkan peningkatan frekuensi penerbitan SBN ritel serta penerapan ketentuan dan persyaratan baru tersebut dapat meningkatkan partisipasi investor domestik sekaligus meningkatkan stabilitas pasar SBN di domestik.

Total volume pemesanan pembelian ORI015 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp23.378.269.000.000,00 (dua puluh tiga triliun tiga ratus tujuh puluh delapan miliar dua ratus enam puluh sembilan juta Rupiah). Dana hasil penjualan ORI015 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2018, antara lain, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan ORI seri ORI015 yang diterbitkan oleh Pemerintah adalah sebagai berikut:

1.  Masa PenawaranPembukaan: 4 Oktober 2018 pukul 09.00 WIBPenutupan: 25 Oktober 2018 pukul 09.00 WIB
2.   Bentuk dan Karakteristik ObligasiObligasi Negara tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID)
3.  Tanggal Penjatahan29 Oktober 2018
4.  Tanggal Setelmen31 Oktober 2018
5.  Tanggal Jatuh Tempo15 Oktober 2021 (Tenor 3 tahun)
6.  Holding Period2 (dua) periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan pada tanggal
15 Desember 2018
7.  Minimum PemesananRp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan kelipatan Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)
8.  Maksimum PemesananRp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)
9.  Tingkat Kupon8,25% per tahun
10.  Pembayaran KuponTanggal 15 setiap bulan
11.  Pembayaran Kupon Pertama Kali15 November 2018

Penjualan ORI015 kali ini telah menjangkau 41.306 investor di seluruh wilayah Indonesia (tersebar di 34 provinsi), dengan investor baru ORI sebanyak 17.789 investor. Adapun ringkasan profil investor ORI015 adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan usia, jumlah investor dari kelompok Baby Boomers (usia saat ini 54-72 tahun) mendominasi dengan porsi mencapai 36,27% dari total jumlah investor. Sedangkan Generasi X (usia saat ini 39-53 tahun) dan Milenial (usia saat ini 18-38 tahun) menempati peringkat kedua dan ketiga dengan porsi jumlah investor masing-masing mencapai 34,52% dan 24,46%.
  2. Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah Pegawai Swasta yang mencapai 32,43%, selanjutnya kelompok Wiraswasta dan Ibu Rumah Tangga masing-masing sebesar 27,75% dan 14,35%.
  3. Jumlah nominal pemesanan ORI015 terbesar berdasarkan wilayah adalah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yang mencapai Rp11,11 triliun, sedangkan wilayah DKI Jakarta mencapai Rp10,05 triliun dan wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur sebesar Rp2,22 triliun.
  4. Jumlah investor ORI015 terbesar berdasarkan wilayah adalah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yang mencapai 22.272 investor, sedangkan wilayah DKI Jakarta mencapai 15.382 investor dan wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur sebanyak 3.652 investor.
  5. Rata-rata volume pemesanan per investor adalah Rp565,99 juta.

Beberapa capaian atas penjualan ORI015 adalah sebagai berikut:

1. Pemesanan mengalami oversubscribe sekitar 2,35 kali dari target awal yang disampaikan oleh seluruh Mitra Distribusi sebesar Rp9,95 triliun.
2. Dari 17.789 investor baru ORI015 generasi Milenial mendominasi sebesar 34,56% atau sebanyak 6.148 investor.
3. Bila dibandingkan dengan ORI014:
    a. Seluruh wilayah di Indonesia mengalami peningkatan pemesanan. Persentase peningkatan yang tertinggi yaitu wilayah Indonesia Tengah dan Timur sebesar 210%.
    b. Volume pemesanan yang dilakukan oleh Generasi Milenial dan Generasi Z (usia saat ini <18 tahun) mengalami peningkatan sebesar 214,42%.
    c. Dengan penggunaan SID, profil investor semakin teridentifikasi dengan baik, dimana profesi kategori “Lainnya” mengalami penurunan sangat signifikan, yakni sebesar 81%
4. Secara kumulatif, realisasi penerbitan SBN Ritel pada tahun 2018 (SR010, SBR003, SBR004 dan ORI015) telah mencapai Rp41,07 triliun, dengan detail nominal penerbitan sebagai berikut:

InstrumenNominal Penerbitan
SR010 Rp8.436.570.000.000,00
SBR003Rp1.928.066.000.000,00
SBR004Rp7.322.971.000.000,00
ORI015Rp23.378.269.000.000,00

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here