Akhmad Nurcahyadi
Senior Research Analyst
PT Samuel Sekuritas Indonesia

UNTR kembali melaporkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid. Penjualan volume batubara yang turun di Sept18 lebih disebabkan oleh faktor cuaca dan masih inline vs FY18E kami. YTD kinerja operasional seluruh segmen UNTR potensi mendorong angka penjualan dan laba bersih 9M18 potensi bertumbuh +17.4%YoY dan 36.6%YoY. Tetap BUY UNTR TP Rp42.000/saham, merefleksikan 13.2xP/E19E, 2.7xPBV19E.

Kinerja 9M18 kembali bertumbuh solid. Volume penjualan Komatsu per 9M18 +34.1%YoY, sedangkan di Sept18 +33.3%MoM dan +38.1%YoY dan mencapai 89.4% (Sept18) vs FY18E kami. Porsi penjualan terbesar masih dikontribusikan oleh segmen sektor mining dan kami proyeksikan masih akan menjadi driver pertumbuhan hingga FY19E, didorong oleh kontinuitas permintaan replacement alat berat, terutama dari big machines.

Segmen MC tetap menunjukan peningkatan. Di periode yang sama, segmen MC juga mencatat kinerja operasional yang kuat, dengan kenaikan coal getting +9.3%YoY di 9M18 dan +4.6%MoM, +13%YoY pada Sept18, mencapai (Sept18) 80.1% vs FY18E kami. Untuk segmen OB juga melaporkan peningkatan +2.4%MoM, +21.3%YoY di Sept18 dan +22.1%YoY pada 9M18, mencapai 87.6% vs FY18E kami.

Penurunan segmen CM Sept18 tidak berpengaruh negatif. Penurunan volume penjualan batu bara di Sept18: -51.4%MoM, -46.8%YoY lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca dan tidak merubah sudut pandang positif kami, didorong oleh catatan per 9M18 yang masih bertumbuh kuat +14.5% dan mencapai 87.3% dibandingkan proyeksi FY18E kami.

Ekspektasi pertumbuhan laba bersih 9M18 yang solid. Kontinuitas solidnya kinerja operasional segmen UNTR YTD potensi mendorong pendapatan dan laba bersih 9M18 (skedul terbit besok sore) bertumbuh solid sebesar: +17.4%YoY dan +36.6%YoY untuk laba bersih, atau mencapai 74.7% dan 89.7% vs FY18E kami.

Mempertahankan BUY. Kami telah melakukan roll over FY19E dan memasukan asumsi-asumsi terbaru termasuk dampak akuisisi tambang martabe pada laba bersih UNTR FY19E. TP kami naik namun tidak banyak seiring dengan asumsi Rf sebesar 8.25% dan Rp 7.75% dengan nilai TV yang sama. Resiko terletak pada pembalikan arah harga batu bara. Asumsi potensi kenaikan ASP alat berat kami lihat tidak akan banyak berdampak negatif, seiring dengan pesanan big machines biasanya berasal dari big coal players yang memiliki revenue stream USD tinggi.

[delay +1 hour]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here