§ PT Kideco Jaya Agung menggotong PT Indika Energy Tbk (INDY, Rp2.290). INDY mendapat berkah tren kenaikan harga batubara tahun ini. Maklum selama ini INDY masih mengandalkan kontribusi Kideco. Setelah menguasai 91% saham Kideco, INDY semakin percaya diri memaksimalkan kinerja hingga akhir tahun ini. (Kontan)

§ PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL, Rp147) membidik kontrak pengangkutan batubara. BULL segera menambah jumlah armada kapal. Rencana tersebut dilakukan sebagai upaya pemenuhan lini bisnis barunya, yakni angkutan komoditas batubara.

Saat ini BULL tengah mengikuti beberapa tender pengangkutan batubara karena pemerintah tengah mendorong penggunaan kapal angkut nasional baik ekspor maupun dalam negeri. (Kontan)

§ PT Vale Indonesia Tbk (INCO, Rp3.030, BUY, TP Rp5.700) bakal memperbaiki PLTA selama 10 minggu. INCO berharap produksi nikel pada tahun depan tetap stabil di angka 75.000-76.000 metrik ton (sama dengan revisi target produksi pada tahun ini). Pasalnya, tahun depan INCO akan menghentikan sementara aktivitas serta perawatan PLTA Larona selama 10 minggu. (Kontan)

§ Penjualan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR, Rp1.860) mendaki. SMBR meyakini target bisnis pada tahun ini bisa tercapai. SMBR optimistis pencapaian kinerja selama semester II/2018 lebih baik dibandingkan dengan realisasi di semester pertama lalu. Dari sisi penjualan, SMBR memiliki keunggulan seperti menguasai pasar yang spesifik di wilayah Sumatera Selatan. (Kontan)

§ PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID, Rp1.055) perluas jaringan distribusi. PBID terus menambah jaringan distribusi, seperti mendirikan gudang di beberapa wilayah termasuk Jawa Tengah. PBID perlu memperluas jaringan demi memenuhi target pertumbuhan bisnis sebesar 12% hingga akhir tahun nanti. (Kontan)

§ PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS, Rp890) memangkas target kontrak baru. TOPS berencana memangkas target perolehan kontrak baru pada tahun ini karena ada satu kontrak anyar yang dinilai cukup berisiko jika dilanjutkan. Per akhir Septmber 2018, TOPS hanya membukukan kontrak baru Rp1,62 triliun. Jumlah itu setara 41% dari target sepanjang tahun ini Rp4 triliun. (Kontan)

§ Demi laba, Grup Lippo melepas Meikarta. Kinerja emiten milik Grup Lippo pada semester I/2018 memang positif namun dalam jangka panjang hal ini akan menimbulkan efek buruk ke kinerja Lippo.. Sebab menurut S&P Global Ratings, proyek Meikarta adalah proyek pengembangan properti terbesar Lippo.

Karena masalah proyek Meikarta, menurut S&P adalah pendanaan. Terlebih saat ini, Meikarta tengah menghadapi kasus penyuapan pejabat untuk mendapat izin. Hal ini berdampak pada reputasi perusahaan. (Kontan)

§ Bursa Efek Indonesia (BEI) targetkan 35 emiten baru di 2019. BEI tidak memasang target kinerja agresif untuk tahun depan karena tahun depan bebarengan dengan penyelenggaraan pemilu presiden. BEI menargetkan bakal ada 35 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2019. Target ini tidak berubah dibandingkan tahun ini. (Kontan)

§ Laba PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI, Rp6.475) moncer berkat efisiensi. BMRI mampu mempertahankan tren perbaikan kinerja meski beberapa waktu lalu kinerja BMRI sempat tertekan, BMRI mampu mencetak kenaikan laba bersih sekitar 20% menjadi Rp18,1 triliun pada kuartal III/2018. Performa itu tercapai setelah BMRI mampu memperbaiki rasio kredit macet (Non Performing Loan). (Kontan)

§ PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, Rp22.900, NEUTRAL, TP Rp24.500) Raup Laba 18,5 triliun. BBCA hingga kuartal III-2018 mebukukan laba bersih Rp 18,50 triliun, tumbuh 9,9% dibandingkan periode sama 2017 sebesar Rp 16,84 triliun.

Perolehan laba emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham BBCA itu diantara lain ditopang pendapatan operasional yang terdiri atas pendapatan operasional lainnya yang meningkat 10,1% dari Rp 41,7 triliun menjadi Rp 45,9 triliun. (Investor Daily)

§ Laba Bersih PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN, Rp2.180, BUY, Rp3.250) Tumbuh 11,51%. BBTN hingga kuartal III-2018 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,23 triliun, tumbuh 11,51% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2 triliun. (Investor Daily)

§ PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK, Rp1.485) Cetak Pendapatan Rp 1,15 triliun. Perseroan juga mencetak lonjakan laba bersih hingga 985,4% menjadi sebesar Rp2,88 triliun hingga semester I. Kenaikan laba terutama berasal dari dekonsolidasi anak perusahaan Lippo Cikarang, PT Mahkota Sentosa Utama, sebesar Rp 2,35 triliun. (Investor Daily)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here