Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM

Rupiah stabil terhadap Dolar pasca Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 5.75% pada bulan Oktober.

BI sudah meningkatkan suku bunga sebanyak lima kali sejak pertengahan Mei, sehingga langkah ini melegakan bagi para pengambil kebijakan. Rupiah sudah kehilangan hampir 11% nilainya terhadap Dolar di tahun berjalan, dan ini menjadikan Rupiah sebagai salah satu mata uang paling lemah di wilayah ini. Ekspektasi tetap tinggi bahwa Bank Indonesia akan meningkatkan suku bunga di bulan November menjelang kenaikan suku bunga Fed yang diperkirakan terjadi di bulan Desember. Kenaikan suku bunga mungkin dapat membantu stabilitas Rupiah, namun juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi.Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana USDIDR bereaksi di kisaran 15200 pekan ini.

Indeks Dolar Berkisar di 96.00

Indeks Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang mayor di hari Rabu karena situasi pasar yang waspada.

Dolar tetap menjadi mata uang safe haven, namun penurunan berulang kali di pasar saham AS selama beberapa pekan terakhir menjadi alasan bagi trader untuk kembali beralih ke Yen Jepang dan Emas. Dari aspek teknikal, Indeks Dolar dapat menguat apabila bulls berhasil mencapai penutupan mingguan yang tegas di atas level 96.00.

Uni Eropa Tolak Anggaran Italia, Euro Goyah

Perkembangan politik Italia akan tetap menjadi sorotan setelah Uni Eropa menolak rencana anggaran 2019 Italia. Menurut Uni Eropa, anggaran yang akan meningkatkan defisit Italia menjadi 2.4% memberi "risiko yang tak dapat diterima" untuk Italia dan Eropa. Pemerintah Italia hanya mendapat waktu tiga minggu untuk melakukan revisi anggaran atau akan terkena konsekuensi pelanggaran undang-undang fiskal Uni Eropa, sehingga ketegangan politik terkait Italia akan tetap menjadi perhatian.

Selain drama anggaran Italia, investor juga akan memantau rapat Bank Sentral Eropa di hari Kamis yang diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga. Investor bukan akan mencari petunjuk dari Draghi mengenai kapan ECB mungkin meningkatkan suku bunga, melainkan akan memantau komentar Draghi mengenai situasi di Italia. Ini dianggap sebagai risiko besar terhadap Eropa dan tidak mengejutkan apabila menjadi faktor pertimbangan bagi para pengambil kebijakan ECB dalam menentukan peningkatan suku bunga Uni Eropa mendatang.

Ini bukan pekan terbaik bagi Euro sejauh ini, dengan harga di kisaran 1.1460 terhadap Dolar di pagi hari ini. Breakdown intraday di bawah 1.1440 berisiko membuka jalan menuju 1.1410 dan bahkan 1.1300 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Agustus menjelang rapat ECB yang akan diadakan di hari Kamis.

Sorotan Komoditas – Minyak Mentah WTI

Harga minyak merosot karena tekanan jual besar di hari Selasa karena aksi jual di pasar saham memicu kekhawatiran mengenai potensi penurunan pertumbuhan permintaan minyak. Indikasi bahwa Arab Saudi tidak akan menggunakan minyak sebagai "senjata" sehubungan dengan ketegangan politik dewasa ini juga mendorong trader untuk menjual minyak.

Berbagai faktor risiko geopolitik menimbulkan kekhawatiran mengenai ketidakstabilan global dan ketidakpastian eksternal lainnya juga berisiko membuat permintaan minyak menurun, jadi tidak mengejutkan apabila minyak mentah WTI dan Brent akan tetap melemah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here