Jenis saham, keuntungan dan risikonya

0
39

PASAR MODAL

UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal (UUPM), menyebutkan bahwa Pasar Modal merupakan wadah untuk melakukan transaksi perdagangan berbagai instrumen keuangan jangka panjang, seperti:surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

Transaksi jual beli efek pasar modal dilakukan di Bursa Efek, yaitu pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.

Berdasarkan UUPM, Efek adalah surat berharga berbentuk surat pengakuan utang, surat  berharga komersial,  saham,  obligasi, tanda  bukti hutang, unit   penyertaan,

kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap bentuk derivatif atas efek.

Adapun Efek-efek yang ditransaksikan di Pasar Modal di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Saham
  • Obligasi
  • Derivatif (rights, waran, options, futures)
  • Unit penyertaan Reksa Dana
  • Exchange Traded Fund (ETF)
  • Efek Beragun Aset (EBA)/ABS
  • Dana Investasi Real Estate (DIRE)/REITs

 Saham

Merupakan jenis efek yang paling sering dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis yang paling populer di Pasar Modal.

Jenis Saham Berdasarkan Hak Klaim

  1. Saham Biasa (Common Stock)
    1. Dividen hanya akan diterima jika disetujui dalam RUPS
    1. Memiliki hak suara (voting rights) dalam RUPS
    1. Memiliki hak terakhir (junior) atas pembagian dividen serta aset perusahaan saat likuidasi
    1. Memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikannya kepada pihak lain
  2. Saham Preferen (Preferred Stock)
    1. Tidak memiliki hak suara (voting rights) dalam RUPS
    1. Memiliki hak untuk menerima dividen dalam jumlah yang tetap setiap tahun
    1. Memiliki hak terlebih dahulu (utama) atas pembagian dividen serta aset perusahaan saat likuidasi
    1. Memiliki hak untuk mengkonversi kepemilikannya menjadi saham biasa

Adapun jenis-jenis saham preferen adalah sebagai berikut:

  1. Participating preferred (saham preferen partisipasi).

Pemegang saham memperoleh partisipasi atas sisa laba setelah dibagikan kepada pemegang saham preferen dan saham biasa.

  • Participating Non preferred.

Pemegang saham tidak memperoleh partisipasi atas sisa laba setelah dibagikan kepada pemegang saham preferen dan saham biasa.

  • Cummulative preferred (saham preferen kumulatif).

Dividen yang tidak dibayar dalam suatu tahun harus dibayar dalam tahun berikutnya sebelum laba dapat dibagikan kepada pemegang saham biasa. Jika direktur tidak mengumumkan dividen pada tanggal pembagian dividen yang biasa, maka dividen itu disebut sebagai “passed” (terlewat). Setiap dividen yang terlewat atas saham preferen kumulatif merupakan dividen tertunggak (dividen in arrears).

  • Non cumulative preferred (saham preferen nonkumulatif)

Saham preferen nonkumulatif jarang diterbitkan karena dividen yang terlewat akan hilang selamanya bagi pemegang saham preferen dan penerbitan saham ini tidak dapat dipasarkan.

  • Convertible preferred (saham preferen konvertibel).

Pemegang saham dapat, menurut opsinya, menukar saham preferen menjadi saham biasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya.

Jenis Saham berdasarkan Bentuk Kepemilikan

  1. Saham atas unjuk (Bearer Stock)
    1. Pada   saham   tersebut   tidak    tertulis    nama   pemiliknya,    agar   mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
    1. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
  • Saham atas nama (Registered Stock)
    • Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.
    • Seluruh saham saat ini merupakan saham atas nama

Imbal Hasil Investasi Saham

Pada dasarnya, ada tiga keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham

1)    Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa:

  1. Dividen tunai

Jika emiten membagikan hasil keuntungan perusahaan kepada setiap pemegang saham dalam bentuk uang tunai untuk setiap lembar saham yang dimiliki

  • Dividen Saham

Jika emiten membagikan hasil keuntungan perusahaan kepada setiap pemegang saham dalam bentuk saham perusahaansesuai proporsi kepemilikannya, sehingga jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah setelah pembagian dividen saham tersebut. Dividen saham yang dikeluarkan diambil dari pos Laba Ditahan perusahaan

2)    Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

3)    Saham Bonus

Saham Bonus adalah saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham, sesuai dengan proporsi kepemilikan sahamnya.Bonus  saham

yang dibagikan, diambil dari agio saham. Agio saham adalah selisih antara harga jual saham terhadap harga nominalnya saat penawaran umum dipasar perdana.

Risiko Investasi Saham

Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:

1) Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham.

Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

2) Risiko Kebangkrutan

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

3) Risiko Likuiditas Aset

Saham dikatakan likuid apabila mudah sekali untuk diperjual-belikan. Saham tidur adalah istilah bagi saham yang tidak banyak diperdagangkan akibat tidak adanya investor yang berminat untuk membeli saham karena dianggap tidak layak beli, ataupun sebaliknya akibat tidak adanya investor yang ingin menjualnya karena saham dianggap sangat berharga.

  • Risiko Delisting

Risiko jika saham perusahaan dikeluarkan dari papan perdagangan diBursa Efek (delist). Suatu saham perusahaan akandi-delistingkarena kinerja perusahaan yang buruk, seperti: kerugian besar dan/atau tidak membagikan deviden selama beberapa tahun berturut-turut dan berbagai kondisi lainnya seperti pelanggaran terhadap peraturan pencatatan di bursa. Adapula perusahaan yang keluar dari bursa dengan tujuan Go Private, tidak akan merugikan investor karena perusahaan masih tetap beroperasi dan dapat melakukan pembelian kembali saham-saham yg diterbitkan kepada publik (Buy Back).

  • Risiko Suspending

Jika suatu saham di suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek, maka investor tidak dapat melakukan perdagangan hingga statussuspend dicabut. Suspend dapat berlangsung dalam waktu singkat misalnya dalam 1 sesi perdagangan, 1 hari perdagangan namun dapat pula berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan. Hal yang dapat menyebabkan suspending adalah jika:

  • Suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa,
  • Suatu perusahaan dipailitkan oleh kreditornya
    • Berbagai kondisi lainnya yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk dimintakan konfirmasi lainnya. Sedemikian hingga informasi yang belum jelas tersebut tidak menjadi ajang spekulasi
  • Risiko Unik (unsystematic risk) dan Risiko Pasar (systematic risk)

Dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Harga saham terbentuksebagai akibatdari interaksi antara permintaan dan penawaran atas saham, sebagai reaksi atas informasi yang diterima oleh pasar. Informasi dapat berupa informasi yang unik dan spesifik perusahaan, seperti: kinerja perusahaan serta kondisi industri dimana perusahaan tersebut bergerak ataupun informasiekonomi yang sistematik dan bersifat makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar juga faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, budaya dan faktor sistematik non ekonomi lainnya.

BEI

Beberapa Istilah bagi Saham dalam Mekanisme Perdagangan Saham likuid

Saham yang dapat segera dikonversi menjadi uang, artinya ketika ingin dijual segera ada yang membeli, dan harganya relatif stabil. Dengan kata lain saham likuid adalah saham yang sering diperdagangkan. Bursa Efek Indonesia memiliki daftar saham LQ-

45 yang terdiri dari 45 saham yang memiliki likuiditas yang tinggi, dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasarnya. Berdasarkan buku panduan Indeks Harga Saham BEI, kriteria pemilihan saham yang termasuk dalam daftar saham LQ-45 adalah sebagai berikut:

  1. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan.
  2. Aktivitas transaksi di pasar reguler, yaitu nilai, volume, dan frekuensi transaksi.
  3. Jumlah hari perdagangan di pasar reguler.
  4. Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu.
  5. Keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan

Saham blue chip

Saham yang menjadi buruan para investor, karena dianggap akan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Ciri-cirinya adalah kinerja keuangannya sehat, likuiditas saham di pasar tinggi, ditransaksikan pada harga yang wajar, dan pergerakan atau fluktuasi harga saham di pasar berlangsung secara wajar.

Undervalued stock

Saham dikatakan undervalued jika nilai pasarnya (market value) lebih rendah daripada nilai bukunya (book value). Dengan kata lain, harganya lebih rendah daripada nilai intrinsiknya.

Overvalued stock

Berlawanan dengan undervalued stock, overvalued stock adalah saham yang nilai pasarnya (market value) lebih tinggi daripada nilai bukunya (book value).

Growth stock

Saham perusahaan dengan pendapatan yang lebih tinggi atau lebih cepat pertumbuhannya daripada industri atau pasar keseluruhan. Perusahaan ini umumnya membayar sedikit dividen atau tidak sama sekali, karena lebih memilih menggunakan pendapatannya untuk membiayai proyek-proyek ekspansi bisnisnya.

Value stock

Saham yang cenderung diperdagangkan pada harga lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai fundamentalnya, sehingga dianggap undervalued. Ciri-cirinya adalah hasil dividen yang tinggi dan price-to-earnings ratio yang rendah.

Efek Marjin

Transaksi marjin adalah transaksi pembelian efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai oleh perusahaan efek. Efek marjin adalah efek yang memenuhi persyaratan sebagai efek yang dapat ditransaksikan dalam transaksi marjin sesuai dengan daftar efek marjin yang ditetapkan oleh Bursa.

Efek Short Selling

Transaksi short selling adalah transaksi penjualan efek dimana efek dimaksud tidak dimiliki oleh penjual pada saat transaksi dilaksanakan. Efek short selling adalah efek yang memenuhi persyaratan sebagai efek yang dapat ditransaksikan dalam transaksi short selling sesuai dengan daftar efek shortselling yang ditetapkan oleh Bursa.

SUMBER: TICMI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here