Danareksa Debt Research Daily Reports Tuesday, October 16, 2018

0
2

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index was up 6.29bps from 8.638% to 8.701%
  • An exchange rate level of 15,000 to a dollar will give an additional of 6.3t rupiah to energy subsidy next year, Finance Minster Sri Mulyani Indrawati says in a parliamentary hearing. Weaker rupiah will help income tax from oil and gas sector to increase by 2.2t rupiah, while non-tax revenue will rise by 8.1t rupiah. Govt seeks to maintain 2019 budget deficit at 1.84% of GDP. Bank Indonesia Sees IDR Averaging at 14,800-15,200/USD in 2019. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR22.57 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR26.49 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.24 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR906.60 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR762.25 billion but it was lower than its YTD average of IDR1051.19 billion.
  • IDR weakened 0.15% against USD from 15,197 to 15,220 whilst JCI decreased -0.51% from 5,756 to 5,727.
  • FR0064 yield climbed up by 10.30bps from 8.710% to 8.813% while RI28 yield advanced by 0.8bps from 4.690% to 4.698%.
  • Brent was up from 80.87 to 81.05 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 71.34 to 71.78 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index naik 6.29bps dari 8.638% menjadi 8.701%
  • Tingkat nilai tukar 15.000 per dolar akan memberikan tambahan 6,3t rupiah untuk subsidi energi tahun depan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam sidang parlemen. Pelemahan rupiah akan membantu pajak penghasilan dari sektor minyak dan gas untuk meningkat sebesar 2,2t rupiah, sementara pendapatan bukan pajak akan naik sebesar 8,1t rupiah. Pemerintah berupaya mempertahankan defisit anggaran 2019 di 1,84% dari PDB. Bank Indonesia Melihat IDR Rata-rata pada 14.800-15.200 / USD pada 2019. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp22.57 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp26.49 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.24 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp906.60 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp762.25 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1051.19 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah melemah 0.15% terhadap US Dollar, dari 15,197 menjadi 15,220 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.51% dari 5,756 menjadi 5,727.
  • FR0064 yield naik by 10.30bps dari 8.710% menjadi 8.813% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 0.8bps dari 4.690% menjadi 4.698%.
  • Harga brent meningkat dari 80.87 menjadi 81.05 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 71.34 menjadi 71.78 USD per barrel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here