Incar Kontrak US$ 100 Juta, Superkrane Mitra Utama Tbk Listing di BEI hari ini

Home » Stock » Incar Kontrak US$ 100 Juta, Superkrane Mitra Utama Tbk Listing di BEI hari ini
October 11, 2018 Stock No Comments

Pada hari ini, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (“Superkrane”) telah sukses mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan ticker SKRN. Superkrane mencatatkan seluruh sahamnya dengan porsi kepemilikan publik sebanyak 300.000.000 (tiga ratus juta) saham atau sebesar 20% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan. “Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan Superkrane untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis kedepan”, ujar Yafin Tandiono Tan, Presiden Direktur Superkrane.

“Kami berterimakasih atas kepercayaan lebih dari 900 pemegang saham yang telah berpartisipasi dengan berinvestasi di saham SKRN. Kami yakin, dana yang dihimpun dari masyarakat melalui proses IPO ini akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Superkrane sehingga semakin baik dimasa yang akan datang.” tambah Yafin.

Eddy Gunawin, Corporate Secretary Superkrane mengatakan, “Superkrane akan berupaya untuk menjaga kepercayaan para investor serta terus meningkatkan kinerja perseroan”. Ditambahkannya, “Sebagai Perusahaan Publik, jajaran Manajemen berkomitmen untuk menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance untuk menjaga seluruh kepentingan stakeholders dan terus memberikan pelayanan terbaik serta mendukung proyek infrastruktur pemerintah yang berkesinambungan sebagai sarana untuk mencapai pertumbuhan dan pengembangan ke depan sejalan dengan arah pengembangan bisnis Perseroan."

“fresh fund hasil IPO akan menunjang peluang bisnis penyewaan crane seiring dengan gencarnya proyek infrastruktur pemerintah yang meningkat dan preferensi dari para kontraktor untuk menyewa crane Perseroan, momentum peningkatan order dari pelanggan merupakan kesempatan yang sayang untuk dilewatkan, tandas Linayati, Direktur Pemasaran dan Operasi Superkrane.

“Superkrane akan terus berupaya untuk dapat memenuhi permintaan dari repetitive customer, dan optimis dari IPO ini dapat meraih new customer dengan branding yang semakin dikenal masyarakat luas serta kapasitas Perseroan yang semakin meningkat.” ujar Lina.

Superkrane Incar Kontrak US$ 100 Juta
PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), mengincar kontrak sebesar US$ 100 juta hingga 2021. Kontrak itu berasal dari beragam sektor, seperti migas, infrastruktur, dan pertambangan.

"Saat ini, kami sudah mengantongi kontrak US$ 40 juta dari dua perusahaan migas dan pertambangan. Jumlah ini ditargetkan terus bertambah hingga tiga tahun ke depan dan menjadi motor pertumbuhan pendapatan," ujar Direktur Utama Superkrane Yafin Tandiono Tan.

Dia menegaskan, tahun ini, pendapatan Superkrane ditargetkan mencapai Rp 600 miliar, naik 25% dari 2017 sebesar Rp 480 miliar. Tahun depan, dia menegaskan, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20% menjadi Rp 720 miliar dari estimasi 2018. Hal ini didorong masih kuatnya permintaan sewa crane dari sektor migas, infrastruktur, hingga pertambangan.
Yafin melanjutkan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 600 miliar pada 2017 dan 2018. Seluruh dana capex dialokasikan untuk membeli crane dan alat berat lainnya.(*)

Mengenai PT Superkrane Mitra Utama Tbk

Superkrane adalah perusahaan penyedia jasa sewa crane terbesar dan terlengkap di Indonesia yang didukung dengan sumber daya manusia yang handal dan sangat berpengalaman dalam menangani proyek infrastruktur dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.

Saat ini Superkrane memiliki 90 unit crane berkapasitas angkut di bawah 100 ton, 31 unit crane berkapasitas 100-199 ton, dan 28 unit crane berkapasitas 200-750 ton. Selain itu, Superkrane juga memiliki 85 unit scissor lifts dan man lifts, lalu total 14 unit telehandlers, forklift, excavator, dan reachstacker, dan juga 19 unit truk multi-axle. Seluruh alat tersebut memiliki tingkat utilisasi sebesar 90% di tahun ini mengingat banyaknya proyek pembangunan infrastruktur yang tengah digarap Superkrane. Manajemen Superkrane menargetkan penambahan crane hingga akhir tahun 2018 sebanyak 40 unit crane seiring dengan tingginya permintaan sewa crane Perseroan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Superkrane telah bekerja di berbagai proyek pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia diantaranya seperti pembangunan jalan layang, MRT, LRT, bandara, fasilitas pengolahan minyak, fasilitas petrokimia, jembatan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) atau windmill.

Superkrane juga telah diakui sebagai salah satu penyedia crane terbesar di dunia dengan menempati peringkat nomor 53 dalam daftar IC50 International Cranes tahun 2018, dan merupakan satu-satunya perusahaan penyedia jasa sewa crane dari Indonesia yang muncul dalam peringkat tersebut. Apabila ditinjau dari sisi area operasional, Superkrane menempati peringkat teratas karena sebagian besar perusahaan yang mengisi daftar tersebut mempunyai area operasi di berbagai belahan dunia, sedangkan Superkrane masih berfokus pada pasar Indonesia.

Leave a Reply