Danareksa Debt Research Daily Reports Thursday, October 11, 2018

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index dropped 0.68bps from 8.461% to 8.454%
  • China’s Ministry of Finance has set an initial price guidance for a $3 billion dollar bond offering, its first such sale in about a year. The price guidance on the five and 10-year sovereign notes was at 50 and 65 basis points over U.S. Treasuries respectively. The nation is also selling a 30-year tranche for the first time, the guidance on which was 90 basis points over Treasuries. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR14.85 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.11 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.19 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR587.85 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1140.76 billion and it was lower than its YTD average of IDR1053.83 billion.
  • IDR strengthened 0.25% against USD from 15,238 to 15,200 whilst JCI increased 0.41% from 5,797 to 5,821.
  • FR0064 yield decreased by 4.70bps from 8.547% to 8.500% while RI28 yield was down by -1.5bps from 4.727% to 4.712%.
  • Brent fell from 85.01 to 82.82 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 74.96 to 73.17 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 0.68bps dari 8.461% menjadi 8.454%
  • Kementerian Keuangan China telah menetapkan panduan harga awal untuk penawaran obligasi senilai $ 3 miliar dolar, penjualan pertama itu dalam waktu sekitar satu tahun. Panduan harga pada sovereign notes lima dan 10 tahun adalah pada 50 dan 65 basis poin atas Treasury AS masing-masing. Bangsa ini juga menjual tranche 30 tahun untuk pertama kalinya, panduannya adalah 90 basis poin atas Treasuries. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp14.85 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp22.11 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.19 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp587.85 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1140.76 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1053.83 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah menguat 0.25% terhadap US Dollar, dari 15,238 menjadi 15,200 sedangkan IHSG meningkat 0.41% dari 5,797 menjadi 5,821.
  • FR0064 yield mengalami penurunan by 4.70bps dari 8.547% menjadi 8.500% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -1.5bps dari 4.727% menjadi 4.712%.
  • Harga brent menurun dari 85.01 menjadi 82.82 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 74.96 menjadi 73.17 USD per barrel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here