Daily Reports Wednesday, October 10, 2018

Home » Bond » Daily Reports Wednesday, October 10, 2018
October 10, 2018 Bond No Comments

Danareksa Debt Research Daily Reports Wednesday, October 10, 2018

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index increased 3.03bps from 7.739% to 7.769%
  • The worst run of rupee losses in 16 yearsis set to extend. Only this time, the declines might not be triggered by oil but by the surprise move by India’s central bank to hold rates despite the currency’s free fall. The rupee, which has fallen for six straight months in the longest stretch since 2002, is seen sliding to 75 per dollar by year-end, according to median of 10 analysts surveyed by Bloomberg. The December-end estimate has inched up from 69 at the start of September. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR22.11 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR11.42 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.21 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR1140.76 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1203.78 billion but it was higher than its YTD average of IDR1056.35 billion.
  • IDR weakened 0.13% against USD from 15,218 to 15,238 whilst JCI advanced 0.62% from 5,761 to 5,797.
  • FR0064 yield rose by 11.10bps from 8.439% to 8.550% while RI28 yield increased by 9.8bps from 4.629% to 4.727%.
  • Brent increased from 83.80 to 85.01 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 74.29 to 74.96 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index naik 3.03bps dari 7.739% menjadi 7.769%
  • Bagi investor dalam perdagangan kurva-curam, updraft dalam yield Treasury dari 48 jam terakhir lebih dari sekadar penangguhan hukuman selamat datang – itu juga menandakan pergeseran rezim yang telah lama ditunggu. Aksi jual dalam obligasi yang mendorong hasil jangka panjang AS ke yield tertinggi multiyears Kamis, dan mendorong kesenjangan atas yield jangka pendek ke level terlebar dalam beberapa bulan, telah mereda. Namun ini belum berakhir bagi mereka yang menyebut pembalikan dalam tren kurva kurva rata-rata dua tahun. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp22.11 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp11.42 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.21 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1140.76 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1203.78 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1056.35 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah melemah 0.13% terhadap US Dollar, dari 15,218 menjadi 15,238 sedangkan IHSG naik 0.62% dari 5,761 menjadi 5,797.
  • FR0064 yield mengalami peningkatan by 11.10bps dari 8.439% menjadi 8.550% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 9.8bps dari 4.629% menjadi 4.727%.
  • Harga brent meningkat dari 83.80 menjadi 85.01 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 74.29 menjadi 74.96 USD per barrel.

.

Leave a Reply