Rahasia investasi yang sukses

Home » Investing Ideas » Rahasia investasi yang sukses
October 5, 2018 Investing Ideas No Comments
pixabay.com

Menurut saya Indonesaia bangsa yang besar, tetapi mungkin sebagian dari ktia tidak setuju. Tetapi kalau melihat dari jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa, mungkin pembaca setuju. Hal yang luar biasa lainnya adalah kelas menegah di Indonesia mencapai 50 juta orang. Pendapatan kelas menegah inilah salah satu faktor yang telah menyebabkan Indonesia menjadi primadona investasi asing ke Indonesia. Faktor lain tentu saja kekayaan alam kita dan upah tenaga kerja di Indonesia yang masih rendah.

Tetapi ada pekerjaan rumah (PR) kita bersama terakit data di atas, yaitu kelas menengah kita ini. Masalah tersebut adalah pendapatan kelas menengah itu sebagian besar dipakai konsumsi dan sisanya ditabung, belum diinvestasikan. Kita ketahui bersama untuk memaksimalkan pendapatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka investasilah kendaraan paling tepat.

Biasanya bunga tabungan dan deposito hanya cocok untuk investasi jangka pendek, dan pendapatan kedua instrument ini hanya mengimbangi inflasi saja. Investasi pada instrumen saham dan derivatif (turunan) adalah kendaraan yang sangat cocok untuk mencapai kemakmuran di jangka panjang.

Kalau melihat jumlah investor aktif yang langung berinvestasi di pasar modal hanya sekitar 300 ribu an, tentu ada PR besar yang kita hadapai. Sebagai pelaku pasar kita tentu bertanya-tanya kenapa jumlah investor langsung di pasar modal indonesia tidak sampai 1% atau tepatnya 0.12 % an bila asumsi jumlah penduduk kita 250 juta orang. Tetapi sebenarnya apa yang kita hadapai sehingga jumlah investor kita tidak tumbuh seperti kelas menengah kita.

Lebih dari 15 tahun penulis di Industri Pasar Modal baik sebagai pengajar, pengelola dana, peneliti, selain sebagai trader dan investor, dimana dari hasil pengamatan dan diskusi maka ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi. Ternyata banyak pelaku pasar kita menderita kerugian, menjadi kapok dan akhirnya berpikir negatif tentang pasar modal. Banyak yang berpendapat bahwa pasar modal dan saham adalah judi. Inilah kesalahan terbesar karena sebenarnya membeli saham itu adalah membeli perusahaan, pemilik saham adalah pemilik perusahaan.

Bayangkan kalau kita ingin memulai sebuah bisnis dengan mendirikan sebuah perusahaan, tentu banyak sekali hal yang kita siapkan mulai dari memahami bisnis yang ingin kita masuki.  Ada sebuah model yang dikembangkan oleh Michael Porter untuk membantu melakukan analisa suatu industri secara sistematis. Model ini sebebut Porter Competitive Model atau Porter’s Five Forces.

 Ada pun 5 faktor yang mempengaruhi hasil investasi jangka panjang: Posisi tawar pelanggan (bargaining power of buyers), Posisi tawar penyuplai (bargaining power of suppliers), Ancaman produk atau jasa pengganti (threat of subsitute products or services), Ancaman pemain baru (threat of new entrants), dan Intensitas persaingan di dalam industri ybs (intensity of intra-industry rivalry)

Ancaman pemain baru (threat of new entrants), apakah gampang bagi pendatang baru untuk masuk dalam industri tersebut, apa saja halangan bagi pendatang baru untuk masuk ke industri. Halangan tersebut bisa berupa perijinan, proses produksi, teknologi, jalur distribusi, permodalan, hak cipta dan faktor lainnya. Bila halangan bagi pendatang baru rendah maka pendatang baru bebas masuk keluar bisnis tersebut yang menimbulkan persaingan sempurna. Ujung dari persaingan sempurna itu tentu saja margin produsen yang menipis.

Posisi tawar pelanggan (bargaining power of buyers), melihat bagaimana posisi konsumen dalam bisnis tersebut, bila jumlah konsumen banyak maka tentu perusahaan punya posisi tawar yang lebih baik. Tetapi bila konsumen kita terbatas atau hanya beberapa orang maka besar kemungkinan kita akan tergantung pada konsumen kita.

Posisi tawar penyuplai (bargaining power of suppliers), baik bahan baku, atau barang dagangan kita. Bila supplyer banyak tentu posisi tawar kita kuat, tetapi bila supplyer hanya beberapa pihak atau hanya satu dua perusahaan maka tentu kita harus mengikuti penawaran supplier tersebut.  

Ancaman produk atau jasa pengganti (threat of subsitute products or services), bila terdapat barang subtitusi atau produk pengganti terhadap produk kita maka tentu perusahaan akan punya banyak pertimbangan dalam menaikkan harga barang. Karena konsumen mempunyai peluang atau pilihan untuk mengganti produk kita dengan barang subtitusi.

Intensitas persaingan di dalam industri tersebut (intensity of intra-industry rivalry). Faktor ini sangat di pengaruhi oleh jumlah pelaku atau produsen dalam bisnis atau industri tersebut. Bila banyak pelaku dan mereka bersaing tanpa melakukan kartal atau kesepakatan bisnis, bisa menyebabkan terjadi pasar persaingan sempurna.

Bila kita menganalisa lima faktor tersebut sebanarnya ujungnya adalah bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi pendapatan dan biaya perusahaan yang berakibat pada profit perusahaan. Bila posisi tawar perusahaan bagus terhadap konsumen, tentu margin akan lebih tebal, demikian juga sebaliknya. Sedangkan posisi tawar penyuplai mempengaruhi keamanan biaya kita.

Bila memulai sebuah bisnis butuh waktu, tenaga dan pikiran untuk mengumpulkan data, menganalisa dan bahkan mungkin survei ke lapangan, maka hal yang sama harusnya kita lakukan ketika kita memulai membeli saham. Karena yang kita beli ini bukan hanya saham tetapi bisnis perusahaan tersebut. Dengan melakukan hal di atas kami pikir investasi anda dan kita semua akan berhasil.

Hans Kwee, CSA | Director at PT. Investa Saran Mandiri

Attachments

Leave a Reply