pixabay.com

Ketika kita dihadapkan satu pilihan menerima uang 1 juta rupiah pada hari ini atau menerima uang 1 juta rupiah pada tahun depan, tentu kita lebih memilih menerimanya hari ini.

Penyebabnya adalah bila uang itu kita terima sekarang dan kita pakai untuk mengkonsumsi, kepuasan kita lebih besar dari pada kalau kita menerimanya tahun depan dan dipakai untuk konsumsi. Dalam kasus inflasi maka uang yang kita terima sekarang dan kita pakai untuk konsumsi maka kita dapat membeli barang lebih banyak dari pada uang yang sama besar besar bila kita terima di tahun depan. Selain itu perbedaan waktu menjadi penting karena bila uang itu kita tabungkan kita menerima bunga, dan bila kita investasikan maka kita mempunyai peluang profit.

Ada dua konsep yang kita perlu pahami terkait nilai waktu dari uang yaitu future value (nilai yang akan datang) dan Present value (nilai saat ini). Future Value merupakan nilai dari sebuah investasi pada akhir priode. Ada beberapa hal yang kita perlu pahami terkait bunga dari future value yaitu periode tunggal, periode majemuk dan arus kas multiple.

Periode tunggal (simple interest) adalah suatu hasil investasi dimana hasil bunganya hanya dihitung berdasarkan nilai pokok atau nilai investasi awal. Perhitungan yang digunakan adalah mengalikan pokok (P) dengan tingkat suku bunga (r) dan jumlah periode waktu (t).

Periode Majemuk (Compounding Interest) sendiri adalah sebuah investasi dimana bunga yang diterima diinvestasikan kembali sehingga pokoknya menjadi lebih besar. Proses ini sering disebut compounding atau bunga berbunga, dimana bunga yang diterima dijadikan pokok untuk dibungakan kembali. Perhitungan yang digunakan adalah pokok investasi (P) dikalikan satu ditambah bunga (r) pangkat jumlah periode waktu (t).

Dalam kasus arus kas multiple (Multiple Cash Flow) adalah investasi yang dilakukan seseorang secara rutin dalam satu periode waktu tertentu. Atau dapat ditulis kita melakukan investasi secara rutin atau menambahkan arus kas baru dari waktu ke waktu selain uang itu dibungakan. Misalkan secara rutin setiap bulan kita menginvestasikan uang sebesar 1 juta rupiah setiap bulan lalu uang itu di bungakan atau bunga berbunga.

Rumus perhitungannya adalah mengalikan pokok investasi (P) dengan faktor future value (FV) anuitas. Faktor Future Value Anuitas dihitung dengan faktor future value (FV) dikurangin 1 lalu dibagi tingkat suku bunga (r). Karena itu sering disebut future value anuitas.

Rumus diatas untuk investasi yang dilakukan di akhir periode, bila dilakukan di awal periode maka pokok investasi tadi harus dikalikan 1 plus tingkat suku bunga (r) atau (1 + r). Sedangkan dalam kasus arus kas yang tidak sama besar maka kita harus menghitung satu persatu dengan pendekatan periode majemuk (coumpunding interest).

Setelah membahas future value maka present value (nilai sekarang) merupakan kebalikan nya. Present value adalah nilai ekuivalen saat ini suatu arus kas atau investasi di masa yang akan datang atau nilai pada saat ini dari suatu arus kas di waktu yang akan datang.

Proses yang dilakukan disebut dengan discounting yang merupakan proses kebalikan dari coumponding didalam perhitungan future value (FV). Sama seperti Future value, beberapa hal yang kita perlu pahami terkait discount yaitu periode tunggal, periode majemuk dan arus kas multiple. Pada kasus periode tunggal artinya hanya satu kali arus kas dalam satu periode. Maka nilai sekarang dari investasi adalah membagi nilai masa depan dengan satu plus tingkat bunga (r) dengan periode waktu (t). Bila ditulis dalam rumus

Pada kasus periode majemuk maka perhitunganya membagi futrue value (FV) dengan faktor bunga present value (present value interest factor). 

Present value dari arus kas multiple (multiple cash flow) yang sering disebut dengan present value (PV) anuitas adalah sama dengan future value anuitas. Merupakan serangkaian arus kas multipel dengan nilai arus kas yang sama dan tetap pada setiap akhir periode selama periode waktu tertentu. Selain nilai Present value (PV) mejemuk terdapat penambahan arus kas baru pada akhir periode dalam jangka waktu tertentu. 

Rumus diatas untuk arus kas atau investasi yang dilakukan di akhir periode, bila dilakukan di awal periode maka pokok investasi atau arus kas harus dikalikan 1 plus tingkat suku bunga (r) atau (1 + r). Sedangkan dalam kasus arus kas yang tidak sama besar maka kita harus menghitung satu persatu dengan pendekatan periode majemuk (coumpunding interset).

Setelah memahami konsep Present Value (PV) dan Future Value (FV) maka konsep bunga tahunan efektif juga perlu kita pahami. Hal ini terjadi karena perhitungan bunga tidak selalu dihitung per tahun tetapi juga bisa dalam periode yang lebih pendek seperti dalam bulanan bahkan harian.

Karena hal inilah dikenal tingkat bunga nominal dan tingkat bunga efektif. Tingkat bunga nominal adalah bunga yang ditulis dalam satu tahun, tetapi tingkat bunga efektif adalah bunga sebenarnya yang diterima per tahun. Rumus untuk menghitung tingkat bunga efektif adalah

Misalkan suku bunga per tahun 12 % tetapi bunga dibayarkan dalam setiap bulan, maka tingkat bunga nominal adalah 12 % sedangkan tingkat bunga efektif adalah 12,68 %. Terlihat tingkat bunga efektif lebih tinggi dari pada tingkat bunga nominal.

Konsep present value (PV) dan future Value (FV) sangat penting untuk menghitung nilai wajar harga sebuah aset baik saham maupun obligasi karena konsep nilai wajar adalah diskon atas arus kas yang akan kita terima di masa depan.

Hans Kwee, CSA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here