Panduan lengkap perubahan transaksi bursa Dari T+3 Menjadi T+2

Home » Wiki » Panduan lengkap perubahan transaksi bursa Dari T+3 Menjadi T+2
October 3, 2018 Wiki No Comments

Kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa lain di dunia merekomendasikan pengembangan pasar modal dengan cara mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa menjadi T+2. Dalam rangka penerapan Global Best Practice, maka Self Regulatory Origanization (SRO) yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta didukung oleh Anggota Bursa, Bank Kustodian, Bank Pembayaran, Bank Indonesia, dan Pelaku Pasar lainnya meluncurkan penerapan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 pada Rabu (18/7/2018) di Main Hall BEI.

Penerapan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 ini memberikan manfaat bagi industri pasar modal, yaitu dalam meningkatkan harmonisasi antar Bursa secara global sehingga memudahkan Transaksi Efek lintas Bursa dan/atau negara, meningkatkan likuiditas melalui percepatan reinvestment dari modal, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi risiko sistemik yang dapat terjadi di Pasar Modal. Kemajuan dan integrasi sistem teknologi informasi berupa penerapan Straight Through Processing (STP), Single Investor Identification (SID), dan Rekening Dana Nasabah (RDN) memungkinkan proses alokasi dana dan efek dalam penyelesaian transaksi lebih cepat dari praktik penyelesaian saat ini, yaitu T+3.

Selama periode 2016 – 2018, SRO telah melakukan kajian, menyebarkan kuesioner, melakukan Focus Group Discussion, melaksanakan Control Self Assessment, dan menyelenggarakan pertemuan dengan Anggota Bursa, Bank Kustodian, Bank Pembayaran, penyedia aplikasi di Anggota Bursa, dan juga nasabah, baik nasabah lokal, asing, retail maupun institusional. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, SRO menginformasikan bahwa implementasi Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 akan dilaksanakan pada hari Senin, 26 November 2018.

Hari terakhir Perdagangan dengan siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+3 direncanakan pada hari Jumat (23/11) dan Hari pertama Perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 akan dilaksanakan pada hari Senin (26/11). Dengan demikian, hari penyelesaian pertama dengan siklus T+2 jatuh pada hari Rabu (28/11).

Dengan implementasi Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2, diharapkan dapat mendukung upaya Pasar Modal Indonesia dalam menciptakan Pasar yang Wajar, Teratur, dan Efisien serta memiliki daya saing dan kredibilitas tingkat dunia.

Tentang T+2

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Penjelasan Singkat T+2

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara – negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2.

Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri diantaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia, likuiditas pasar yang lebih tinggi, pemanfaatan dana yang lebih cepat, hingga penurunan risiko pasar secara keseluruhan.

Skema Penyelesaian Bursa Efek Indonesia

Skema Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 di implementasi menjadi sebagai berikut :

Manfaat T+2

  • Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  • Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa – bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  • Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  • Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ‘switching’ ke instrument investasi lainnya.
  • Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.

Leave a Reply