Seberapa jagokah anda dalam berinvestasi?

Home » Investing Ideas » Seberapa jagokah anda dalam berinvestasi?
October 1, 2018 Investing Ideas No Comments
pixabay,com

Kita selalu sering mendengar level kebintangan seorang pemain sepak bola tidak pernah lepas dari determinasi tinggi. Ini adalah sebuah istilah untuk menggambarkan betapa bintang itu selalu tampil ngotot, tidak kenal menyerah dalam bermain.

Sebut saja pemain terbaik dunia, Leonel Messi pemain club Barcelona, Spanyol yang saat ini paling sulit dihentikan geraknya oleh pemain belakang lawan. Dalam situasi apapun, tiga-lima tetap sulit menghentikan gerak pemain asal Argentina ini menggocek bola.

Messi dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat bila berada di depan gawang. Kapan ia harus menggocek, mengumpan, dan atau kapan kudu mengeksekusi si kulit bundar ke mulut gawang.

Begitu pentingnya determinasi dalam mengambil keputusan, maka tidak salah bila mengatakan bahwa determinasi amat diperlukan bagi investor yang bermain di pasar modal. Seperti diketahui, keputusan tepat amat diperlukan dalam investasi di pasar saham yang terus mengalir ibarat bola yang terus menggelinding di lapangan hijau.

Determinasi berasal dari bahasa inggris “determination”. Kamus Oxford mendefinisikan kata ini sebagai “Quality that makes you continue trying to do something even when this difficult to do”. Kata kunci dari determinasi adalah terus mencoba alias tidak ada ruang untuk berputus asa. Demikian pula di pasar modal, putus asa berarti akhir dari investasi itu sendiri.

Seorang investor dipasar modal pasti memiliki determinasi, mamun yang membedakan dia bintang atau tidak adalah seberapa tinggi determinasi yang dimiliki. Ini persis seperti pernyataan setiap orang bisa menendang bola, tapi pasti jarang yang bisa menyaingi Messi.

Seberapa tinggi level ‘kebintangan’ Anda dalam berinvestasi bisa diketahui oleh kepemilikan anda atas setidaknya lima unsur determinasi dalam investasi. Determinasi yang komplit, akan menentukan keputusan investasi yang terbaik. Kelima unsur-unsur tersebut adalah;

Pertama, profil Anda (investor). Gambarannya meliputi kondisi keuangannya dan sikap terhadap Anda terhadap risiko investasi. Pro rata, keberanian investor mengambil risiko ditentukan oleh seberapa tebal kantong yang dimilikinya.

Seorang tajir, akan lebih berani mengambil produk investasi berisiko tinggi, dan sebaliknya. Seseorang akan dikenali sebagai pengambil risiko (risk seeker), netral (risk neutral) atau menghindari risiko (risk Averter), ditentukan oleh keuangan.

Meskipun begitu, uang bukan harga mati meski mayoritas. Ada faktor lain seperti lingkungan, umur dan tempramen yang bisa membentuk profil risiko seorang investor. Seberapa beranikah Anda?

Kedua, determinasi juga ditentukan oleh motif dalam berinvestasi. Tidak ada motif tunggal yang ada dibalik setiap investor berinvestasi, hanya bobotnya saja yang berbeda. Ada motif demi keamanan finansial, pertumbuhan, pendapatan, dan spekulasi.

Baca baik-baik kutipan Begawan Warren Buffett ini; “The basic ideas of investing are to look at stocks as business, use the market’s fluctuations to your advantage, and seek a margin of safety. That’s what Ben Graham taught us. A hundred years from now they will still be the cornerstones of investing”. Buffett jelas berpikir jangka panjang dan bukan spekulan—meskipun kadaranya tetap ada di setiap keputusannya.

Ketiga, Media Investasi.Ini adalah pengembangan dari unsur pertama yang merefleksikan pilihan-pilihan. Realitasnya, ia akan terpecah menjadi bagian terkecil seperti katakanlah saham yang secara umum menggambarkan profil risiko investasi tinggi. Seorang pemodal dapat memilih blue chips stock, yang melambangkan stabilitas, atau growth stocks, yang merupakan saham perusahaan yang berkembang dan tingkat.

Selain profil investor, pilihan media investasi juga sangat ditentukan oleh situasi perekonomian dan politik, local dan internasional. Karenanya, apakah pilihan blue chips stock adalah unsur determinasi terbaik? Belum tentu.

Keempat, pilihan alat-alat analisis investasi. Ada dua cara untuk menggali keuntungan di Bursa Efek, yaitu dividen dan capital gain. Namun, untuk merealisasikannya dengan baik, investor perlu formula tertentu sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebut saja, fundamental analysis dan technical analysis.

Teknik pertama pada dasarnya menganggap setiap investor adalah makhluk rasional,  sehingga kerap memakai hubungan antara harga saham dengan kondisi perusahaan. Beberapa model analisis teknik ini antara lain, Price Earning Ratio (PER), pendekatan Dividen Yield dan pendekatan Net Assets Value.

Sebalilknya, teknikal analilis bemenggap pemain saham adalah makhluk yang irrasional. Ini membuat pendekatan ini lebih percaya kepada pergerakan harga, dibandingkan kondisi perusahaan. Harga dipengaruhi oleh keseimbangan penawaran dan permintaan, yang pada gilirannya merupakan manifestasi dari kondisi psikologis pemodal.

Kelima, pilihan strategi. Apakah kick and rush gaya English Premier League, atau model gocekal Taka-Tiki ala Spanyol? Inilah kira kira menerjemahkan pilihan strategi dalam investasi di BEI. Semua gaya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, pun terbukti pernah menemukan era keemasan maupun kesuraman.

Umumnya strategi investasi para pemodal di BEI sebagai berikut. (1) Beli di pasar perdana, jual begitu masuk pasar sekunder. (2) Beli, lalu Simpan. (3) Berpindah-pindah saham, (4) Koleksi saham tidur, (5) Fanatik emiten sektor tertentu. Mana yang terbaik? Semuanya pernah memberikan jawaban memuaskan bagi masing-masing penganutnya.

Investasi di pasar saham mungkin lebih dekat dengan seni. Hampir tidak ada yang pasti di sana, lantaran setiap aspek bisa mempengaruhi hasil akhir. Namun, berbagai unsur determinasi ini perlu disadari dan diselami agar investor bisa mencari kominasi terbaik. Sebab, level kebintangan Anda dalam berinvestasi lebih ditentukan oleh, pemahaman mendalam mengenai unsur-unsur ini.

Seperti pula seseorang yang tidak tahu bagaimana menggocek bola dengan baik, tentu bukanlah pemain bola professional, lebih-lebih disebut bintang.

Attachments

Leave a Reply