Setelah memahami pos-pos laporan keuangan dan dari mana datangnya, kini kita berusaha memahami bagaimana melakukan analisa yang benar agar kita mendapatkan sesuatu dari laporan keuangan tersebut. Tulisan ini memberi pengantar untuk membuka ide melakukan analisa laporan keuangan.

Pertama kali kita harus paham bahwa Neraca / balance sheet sebagai alat ukur kondisi kesehatan sebuah perusahaan. Sedang Laporan laba rugi / income statement adalah ukuran kinerja keuangan sebuah perusahaan. Dan laporan aliran kas / cash flow sebagai ukuran kemampuan perusahaan menjalankan aktivitasnya untuk menghasilkan kas. Dengan memahami kegunaan tiga komponen laporan keuangan / financial statement ini kita akan lebih mudah memahami analisanya.

Minimal ada 4 (empat) pendekatan yang dapat kita gunakan untuk melakukan analisa laporan keuagan yaitu

  1. Analisa Komparatif
  2. Analisa Trend
  3. Analisa Common Size
  4. Analisa Rasio

Analisa komparatif / perbandingan yang biasa juga disebut analisa horisontal dilakukan dengan membandingkan perubahan angka dalam laporan keuangan dari tahun sebelumnya ke tahun sekarang. Tujuan analisa perbandingan adalah untuk mengetahui perubahan pos laporan keuangan apakah mengalami kenaikan atau penurunan dalam dua periode atau lebih.

Biasanya analisa ini di tampilkan dalam angka mutlak satuan mata uang tertentu yang digunakan dalam laporan keuangan dan persentasi perubahan. Analisa ini dilakukan untuk periode yang relative pendek yaitu dua sampai tiga tahun tertentu.

Analisa trend yang juga sering disebut analisa kecenderung angka index dilakukan dengan menetukan satu tahun dasar. Tahun dasar ini biasa diberi angka 100, lalu tahun-tahun lainnya dihitung perubahan index nya terhadap angak tahun dasar tersebut.

Karena tahun dasar akan menjadi rujukan untuk semua perbandingan tahun-tahun berikutnya, sebaiknya dipilih tahun dasar dimana kondisi bisnis sedang normal. Analisa ini sering digunakan untuk perbandingan jangak panjang untuk menemukan trend kecenderung keuangan perusahaan. Tujuan analisa ini untuk melihat perkembangan posisi dan kemajuan perusahaan dalam periode tertentu.

Analisa Common size dilakukan dengan menjadikan semua akun di laporan keuangan dalam persentasi dan bukan dalam angka moneter. Untuk Laporan Neraca yang digunakan sebagai dasar perbandingan / komponen dasar adalah total asset atau total hutang ditambah total modal. Sedangkan untuk Laporan Laba Rugi penjualan atau revenue menjadi dasar pembandingnya dan total cash flow sebagai dasar pembandingnya pada laporan arus kas. Semua akun yang ada di setiap laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam berapa persen terhadap komponen dasar pembandingnya. Analisa ini sering juga disebut vertical karena melakukan evaluasi akun dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas terhadap laporan keuangan.

Analsia Rasio merupakan analisa keuangan yang paling popular dan sering digunakan dibandingkan tiga analisa sebelumnya. Rasio dihitung dengan membandingkan beberapa pos atau akun penting di laporan keuangan. Biarpun terlihat seperti operasi aritmatika sederhana, namun hasil memerlukan interprestasi yang tidak mudah. Angka hasil ratio harus di interprestasikan dengan hati-hati karena faktor-faktor yang mempengaruhi pembilang dapat berkorelasi dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penyebut.

Analisa Ratio biasanya di kelompokan dalam 5 kelompok ratio yaitu

  1. Ratio Likuiditas
  2. Ratio Aktivitas
  3. Ratio Profitabilitas
  4. Ratio Pengungkit
  5. Ratio Arus Kas
  6. Ratio Pasar

Ratio likuiditas bisa digunakan untuk menganalisa kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini biasanya membandingkan aktiva lancar terhadap hutang lancar perusahaan. Aset lancar adalah semua harta perusahaan yang bisa berubah menjadi kas kurang dari 1 tahun sedangkan kewajiban lancar adalah kewajiban jangka pendek perusahaan yang kurang dari 1 tahun. Tujuannya melihat kemampuan perusahaan melunasi kewajibannya kepada kreditur dan membayar gaji tepat pada waktunya.

Ratio aktivitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menggunakan asset perusahaan untuk menghasilkan pendapatan (sales / revenue). Rasio aktivitas dapat dikaitkan dengan jenis asset yang digunakan terkait pengelompokan asset. Karena itu ratio aktivitas dapat dikenal dua kelompok yaitu
• Aktivitas jangka pendek (short term activity)
• Aktivitas jangka panjang (long term activity)

Aktivitas jangka pendek berkaitan dengan operasi rutin perusahaan, berkaitan dengan kemampuan perusahaan memakai modal kerja seperti piutang dagang, persediaan dan hutang dagang. Sedangkan Aktivitas jangka panjang berkaitan asset tetap perusahaan.

Ratio profitabilitas diguankan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Rasio ini biasanya menjadi perhatian utama para analisa dan investor karena tujuan perusahaan berdiri adalah untuk menghasilkan laba. Secara umum ratio ini dapat dikelompokan menjadi dua yaitu
• Tingkat profit margin atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari penjualan atau revenue yang dilakukan perusahaan dalam satu periode tertentu
• Tingkat return investasi menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan investasi yang dilakukan. Investasi tersebut berupa total asset, total capital atau equity yang digunakan.

Ratio pengungkit yang lebih dikenal sebagai solvency ratio atau gearing ratio menunjukan bagaimana perusahaan menggunakan hutang jangka panjang untuk menunjang aktivitasnya. Ratio ini mengukur struktur modal perusahaan dan pengaruh beban tetap terhadap laba perusahaan. Beban tetap yang dimaksud disini adalah biaya bunga akibat hutang jangka panjang yang digunakan perusahaan.

Ratio Arus Kas terkait bagaimana peranan kas dalam operasi perusahaan. Dikenal dua jenis analisa ratio terhadap arus kas yaitu
• Efficency ratio, yang menjelaskan bagaimana kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas.
• Sufficiency ratio, yang menjelaskan kecukupan arus kas perusahaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Dan terakhir Ratio Pasar, digunakan oleh investor untuk mengukur kinerja sebuah perusahaan. Pasar disini mengacu pada pasar modal, dimana perusahaan tercatat dan diperdagangkan sahamnya. Beberapa ratio pasar digunakan untuk mengetahui bagaimana harga saham sebuah perusahaan dalam periode tertentu.

Demikian pengantar analisa laporan keuangan, ditulisan berikutnya penulis akan lebih focus mebahas setiap komponen yang ada diatas.

Hans Kwee
Professional fund manager, research, analyst, investor, trader and trainer | Director at PT. Investa Saran Mandiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here