Laporan keuangan secara umum terdiri dari penjualan (sales) dan bila dikurangi Harga pokok penjualan / Cost of goods sold (HPP/COGS) dihasilkan laba Kotor (gross profit). Bila laba kotor ini dikurangi biaya operasi keluarlah laba operasi. Laba operasi dikurangi biaya atau ditambahkan pendapatan lain-lain dihasilkan Earning before Interest and tax (EBIT). Bila EBIT dikurangi Interest dihasilkan Earning before tax (EBT) dan bila dikurangi tax dihasilkan net income atau laba bersih.

Hubungan laporan rugi laba dengan neraca adalah net income ini baik untung atau rugi dimasukan ke komponen modal yaitu laba ditahan. Nah neraca disusun dari menjumlahkan semua komponen atau post-post di neraca, seperti kas, piutang dagang, persediaan, asset tetap, depresiasi untuk sisi kiri neraca atau aktiva. Sedangkan kewajiban dan modal disebelah kanan atau passiva juga dilakukan hal yang sama.

Baik neraca maupun laporan laba rugi merupakan komponen laporan keuangan yang cukup sensitive atau sangat terpengaruh prinsip akuntansi yang digunakan. Ketika perusahaan mengubah metode pencatatan persediaan diperiode inflasi atau deflasi maka nilai persediaan akan berbeda. Selain itu biaya hpp juga berubah karena perbedaan metode pencatatan. Selain itu perbedaan penggunaaan metode depresiasi pada asset tetap juga mempengaruhi beban biaya yang diakui.

Karena hal itu laporan arus kas dianggap lebih netral dan tidak terlalu terpengaruh oleh pemilihan prinsip akuntansi yang digunakan. Laporan arus kas disusun dengan dua metode ada yang langsung (direct) dan satu lagi tidak langsung (indirect). Metode langsung digunakan dengan mencatat secara terpisah semua transaksi terkait kas. Sehingga seolah-olah ada dua kali pencatatan atas sebuah transaksi.

Metode yang lain adalah indirect dan kebanyakan perusahaan menggunakan metode ini. Metode ini melakukan rekonsiliasi dari Laba bersih (net income) kemudian ditambah atau dikurangkan komponen biaya atau pendapatan terkait cash dan non cash. Laporan arus kas di kelompokan atas aktivitasnya yaitu arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.

Arus kas operasi merupakan arus kas terpenting bagi sebuah perusahaan karena menunjukan bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan kas dari aktivitas operasi perusahaan. Rekonsiliasi dilakukan dengan menjumlahkan atau mengurangkan modal kerja (asset lancar dan hutang lancar), dan pendapatan atau biaya non kas. Hasil adalah arus kas operasi.

Lalu arus kas investasi terkait aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya dan sarana untuk melakukan operasi perusahaan. Komponen ini sering disebut Capital expenditure/capex atau belanja modal, baik untuk membeli asset atau menjual asset tersebut. Selain itu investasi pada perusahaan lain juga termasuk aktivitas investasi.

Komponen terakhir arus kas yaitu pendanaan dimana lewat aktivitas ini perusahaan mencari dana untuk menutupi kekurangan dana, atau menyebar kelebihan kas. Secara umum komponen ini dapat dibagi dua bagian yaitu terkait permodalan ataupun hutang. Yang termasuk modal yaitu mulai dari penerbitan saham baru baik ipo atau right issue, membagikan dividen. Sedang yang terkait hutang yaitu menerbitkan obligasi, pinjaman bank dan berkurang ketika melunasi hutang-hutang tersebut.


Sekarang kita sudah paham komponen-komponen laporan keuangan, dan ternyata sangat simple. 

Hans Kwee
Professional fund manager, research, analyst, investor, trader and trainer | Director at PT. Investa Saran Mandiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here