Jenis – Jenis saham

Saat ini, secara umum dan secara kasar, ada beberapa kriteria saham, terutama dibedakan dari sisi likuiditasnya dan sisi kapitalisasi pasarnya serta dari sisi fundamentalnya.

Saham tidur adalah saham yang posisinya tidak bergerak dalam waktu yang lama. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa karena perusahaannya sedang tidak beroperasi atau tidak ada aksi korporasi signifikan yang dilihat bisa berpengaruh pada kinerja operasional dan keuangannya.

Saham ilikuid adalah saham yang bergerak tapi pergerakanya tidak jauh dan hanya sesekali saja sehingga jika melihat grafik pergerakannya secara bulanan atau tahunan biasanya bersiku atau ‘patah-patah’.

Investor dan trader perlu berhati-hati mendapati ‘jebakan batman’ jika membeli saham ilikuid karena biasanya bid-offer saham jenis tersebut sangat tipis sehingga sulit untuk menjual barang kembali jika terlanjur membeli. Saham gorengan biasa menjadi bagian dari saham ini.

Saham gorengan adalah saham perusahaan yang kinerja operasional dan keuangannya tidak begitu diperhatikan karena umumnya tidak progresif dan bahkan terkadang minus. Namun, saham jenis tersebut biasa menjadi mainan trader dan bandar untuk menangguk keuntungan beberapa hari atau bahkan beberapa jam saja dengan dukungan dari rumor pasar.

Saham second liner yaitu saham yang pergerakannya lebih tajam, baik naik maupun turunnya karena biasanya berkapitalisasi pasar kecil-menengah sehingga lebih mudah bergerak jika ada aksi jual-beli.

Saham blue chip adalah saham yang mewakili perusahaan besar terutama berkapitalisasi pasar raksasa dan sering menjadi sasaran dari investor institusi ataupun asing. Biasanya saham ini termasuk yang likuid dan mudah untuk ditransaksikan kembali di pasar.

Namun, untuk bertransaksi saham blue chip perlu diperhatikan faktor harga yang biasanya cukup tinggi dan tidak terjangkau hanya dengan uang Rp5 juta atau bahkan Rp10 juta per lotnya. Saran untuk membeli saham jenis tersebut adalah jangan malu hanya membeli satu lot saham yang harganya tinggi, meskipun aspek diversifikasi investasi terlunturkan dengan aksi tersebut.

Mau jadi Investor atau trader?
Bosan menunggu peningkatan harga satu saham saja dan memutuskan untuk menjadi trader harian? Itulah saatnya Anda memutuskan menjadi trader harian dan mulai memantau pasar saham setiap hari untuk melihat potensi dan melindungi nilai aset agar siap menjual jika ada tanda-tanda akan turun dalam.

Seorang trader biasanya memiliki fokus pada perdagangan saham setiap hari sehingga seringkali tidak memperdulikan aspek fundamental dari sebuah emiten saham dan memburu saham dengan sporadis berdasarkan rumor pasar.

Karena mengesampingkan perhitungan fundamental, umumnya trader juga lebih memperhatikan penilaian teknikal untuk mempelajari tren pergerakan grafik harga saham dan memprediksi pergerakan ke depannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here