Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index rose 2.33bps from 7.596% to 7.620%
  • Treasuries fell, holding onto losses after Tuesday’s $38 billion sale of five-year notes drew a yield of 2.997%, the highest since 2008. Benchmark 10-year yields reached 3.1113%, the highest since May, ahead of Wednesday’s anticipated Fed hike. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR8.93 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR12.15 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.11 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR1560.34 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR858.76 billion and it was higher than its YTD average of IDR1034.53 billion.
  • IDR weakened 0.35% against USD from 14,866 to 14,918 whilst JCI fell -0.13% from 5,882 to 5,874.
  • FR0064 yield increased by 4.40bps from 8.156% to 8.200% while RI28 yield declined by -0.4bps from 4.504% to 4.500%.
  • Brent climbed up from 80.76 to 81.21 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 73.08 to 72.58 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 2.33bps dari 7.596% menjadi 7.620%
  • Treasuries menurun, menahan kerugian setelah penjualan notes lima tahun senilai $38 miliar pada Selasa menarik yield hingga 2,997%, tertinggi sejak 2008. Yield benchmark 10-tahun mencapai 3,1113%, tertinggi sejak Mei, menjelang kenaikan Fed yang diantisipasi pada hari Rabu. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp8.93 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp12.15 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.11 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1560.34 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp858.76 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1034.53 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah melemah 0.35% terhadap US Dollar, dari 14,866 menjadi 14,918 sedangkan IHSG menurun -0.13% dari 5,882 menjadi 5,874.
  • FR0064 yield mengalami peningkatan by 4.40bps dari 8.156% menjadi 8.200% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -0.4bps dari 4.504% menjadi 4.500%.
  • Harga brent naik dari 80.76 menjadi 81.21 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 73.08 menjadi 72.58 USD per barrel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here