9 Persepsi Salah tentang Bursa Saham

0
8

Tidak ada rumusan baku dan paling jitu untuk mencari suatu keuntungan di dalam dunia bisnis. Artinya secara filosofis untuk menjadi orang kaya itu tidak pandang bulu apakah ia orang kota atau desa, apakah ia orang gemuk atau orang kurus atau apakah seseorang itu bertitel tinggi atau hanya tamatan Sekolah Dasar. Sebagaimana umumnya di dunia ekonomi praktek mencari keuntungan atau kekayaan tidak lebih dari persoalan keterampilan yang dibentuk oleh ketekunan secara berkesinambungan.

Bursa saham adalah suatu tempat atau sarana berjual beli (transaksi). Sama ketika anda memandang sebuah pasar dalam pengertian umum yakni tempat orang berjual beli atas berbagai eneka barang. Bursa saham juga adalah sebuah tempat atau sarana yang terdiri dari berbagai jenis produk atau instrument keuangan.

Hanya saja ketika muncul sentuhan teknologi informasi ke dalam sistem dan mekanisme kerjanya menjadikan Bursa Saham tampak seperti pasar maya atau ersifat non fisik, seolah-olah ia adalah dunia yang tidak nyata dan sulit untuk dipahami oleh orang awam.

Padahal semua itu adalah sekedar cara memudahkan sementara substansinya adalah fasilitas atau mediator yang mempertemukan antara perusahaan yang membutuhkan modal dengan pihak-pihak yang memiliki modal dan kemudian membentuk sebuah pola pasar yang berkesinambungan lengkap dengan prinsip-prinsip perilaku dan dinamika berkesinambungan. .

Di negara-negara maju keberadaan bursa saham sudah populer dan memasyarakat. Hampir samam populernya pandangan masyarakat Indonesia saat ini ketika memandang sektor perbankan. Namun tentang pasar modal dalam hal ini Bursa Saham di Indonesia masih banyak persepsi bias dan salah.
Bursa saham masih merupakan dunia yang asing jauh dari jangkauan oleh masyarakat umum.

Lebih konyol lagi hal ini diperparah dengan perspepsi yang berkembang dari mulut ke mulut atau dari pihak-pihak mungkin saja kapok mengalami sekali dua kali pengalaman buruk dalam berivestasi di bursa bahwa bursa saham itu tidak perlu didekati.

Oleh karena itu, untuk lebih memudahkan pemahaman mendasar terhadap bursa saham atau kemudian untuk meluruskan persepsi bias dan salah ini berikut ini 9 (Sembilan) persepsi salah tentang bursa saham.

Berinvestasi di bursa saham hanya untuk orang kaya > KURANG TEPAT…

Kalau sudah kaya ngapain capek-capek lagi mencari kaya ? Tetapi kodrat manusia ingin lebih mengembangkan kekayaan tidak terbatas oleh karena itulah selalu tercipta dinamika dan persaingan ekonomi (bisnis) secara akut sepanjang masa.

Sebagaimana pengertian “kaya” yang bersifat relatife maka untuk berinvestasi di bursa saham anda tidak mesti harus menjadi orang kaya raya yang melimpah ruah hartanya terlebih dahulu. Yang dibutuhkan hanyalah modal investasi dari kemampuan anda menyisihkan uang di luar kebutuhan sehari-hari. Sepanjang anda mampu menabung di bank dan selama itu pada dasarnya anda layak berinvestasi di bursa saham.

Anda boleh saja seorangi PNS, seorang guru atau karyawan sepanjang anda mampu menyisihkan uang dari kebutuhan primer maka anda layak menjadi investor bursa saham. Siapapun cocok.

Berinvestasi di bursa saham itu ruwet > TIDAK BENAR !!!

Sesulit apakah membuka warung atau berbisnis propertiy atau misalnya membuka usaha jasa perbengkelan ? Berinvestasi di bursa sungguh tidak sesulit itu.

Berawal dengan pembukaan rekening efek di sebuah perusahaan sekuritas yang secara presedural hampir mirip dengan persyaratan untuk membuka sebuah rekening di bank. Mengisi formulir, setor sejumlah uang tertentu kemudian terserah anda untuk melakukan pembelian saham dan menjualnya ketika anda merasa perlu menjualnya. Bahkan petugas perusahaan sekuritas tempat anda sendiri akan selalu setia memandu dan melayani keinginan transaksi anda sesuai dengan tata cara yang sudah diberitahukan sebelumnya.

Begitu pula dengan praktek sehari-harinya jika anda fokus terhadap perilaku dan permainan di bursa saham cepat atau lambat anda akan merasakan “ooh ….hanya begitu-begitu tho ?” dan selebihnya adalah soal keterampilan dan ketekunan dalam memahami situasi dan kondisinya. Siapapun bisa.

Bursa saham hanya bagi orang-orang kota > TIDAK BETUL !!!

Tentu saja orang desa atau dari daerah manapun sama hak dan kelayakannya untuk berinvestasi di bursa saham. Stigma atau dikotomi kota dan desa hanya disebabkan oleh masalah pemerataan informasi dan jangkauan infrastruktur semata.

Di negara-negara yang lebih maju boleh dikata hampir tidak ada bedanya kondisi demikian antara pusat dengan di daerah-dareah lainnya. Bursa Efek Indonesia (BEI) kebetulan ada di Jakarta sebagai ibu kota negara sudah lumrah di pusat dulu ia berkembangnya.

Tetapi pada dasarnya atau tergantung dengan sikon perkembangan infrastruktur dan perkembangan jaringan perusahaan efek ke seluruh Indonesia berinvestasi di bursa saham pasti akan menjadi lebih mudah. Jadi, dimanda pun anda tinggal anda layak disebut investor bursa saham. Keren.

Bursa saham itu haram > HALAL

Kondisi masyarakat yang plural dan ketidakmerataan informasi terlebih lagi adanya perbedaan-perbedaan mazhab agama mengakibaktan segelintir orang mendengungkan bahwa bursa saham di Indonesia adalah haram hukumnya. Jika bicara ke soal ini kadang menjadi panjang perdebatannya.

Namun ada satu kata kunci dari Haram dan Halalnya sesuatu yakni sejauh mana seseorang itu memaknai keyakinannya. Jika anda yakin sesuatu itu haram maka pada dasarnya haramlah bagi anda dengan asumsi hal itu masih sangat debatebel.

Negara telah melegalkan dan mengatur tentang keberadaan bursa saham (baca : pasar modal) bahkan sudah banyak instrument yang dinisbahkan kepada prinsip-prinsip agama Islam (misalnya) dengan adanya Indeks Syariah, Saham Syariah dan lain sebagainya. Boleh-boleh saja seseorang fanatis atau berhati-hati atas soal ini.

Namun satu prinsip yang perlu dimengerti oleh seseorang kenapa ia disebut haram ? Jika seorang pedagang yang mengurangi timbangan di pasar adalah hukumnya haram apakah pasar itu dengan sendirinya haram ? Bursa saham adalah halal tetapi jika anda ragu-ragu belajarlah kepada ahlinya.

Bursa saham tempat Spekulasi > BUKAN…

Spekulasi itu sangat luas cakupannya. Kadang orang menganggap bahwa setiap yang berspekulasi adalah judi atau setiap judi adalah spekulasi. Makna judi dalam pengertian umum adalah pertaruhan uang yang tanpa batasan nilai atau disebut tanpa underlying asset dan tanpa perlindungan resiko, sederhanya disebut untung-untungan.

Sementara di sini spekulasi masih debatebel jika diasumsikan adalah suatu tindakan yang bersandar pada ketikmampuan seseorang untuk memperkirakan hasil dari sebuah tindakan investasi dimasa mendatang.

Jika anda mengartikan bahwa spekulasi sama denga judi atau berinvestasi di bursa sama dengan spekulasi pada dasarnya anda harus melihat dari sense dan motif dari pertaruhan uang anda itu sendiri.

Bukankah bertani atau berdagang yang tidak seorang pun tahu bakalan berapa keuntungan yang akan diperoleh disebut spekulasi ? Oleh karena itu, janga-jangan hampir setiap hari kita tanpa sadar telah berspekulasi atau berjudi oleh karena ketidakmampuan kita memperkirakan berapa untuk dari sebuah kegiatan bisnis.

Sementara di bursa saham segalanya lebih nyata parameter dan rumusan-rumusan yang bisa dilakukan. Dan semakin mendalam kita mengenali bursa saham maka akan semakin tahu hakikat dari spekulasi itu sendiri. Oleh karena itu, bursa saham bukanlah ajang judi, atau spekulasi dalam pengertian sempit. Bursa saham adalah lahan investasi bercocok tanam atas uang investasi demi keuntungan di masa depan.
Halaal.

Bursa saham itu adalah dunia “Kapitalis” > TIDAK JUGA…

Seolah-olah istilah kapitalis adalah barang haram. Perepsi ini dikarenakan oleh pendekatan idelogis ekonomi dan bercampur dengan nuansa politis sehingga bursa saham dianggap sebagai simbol kapitalis. Jika kita maknai bursa saham sebagai tempat atau sarana bertransaksi dengan cap kapitalis “terlarang” apakah hal itu pantas juga disematkan kepada PD. Pasar Jaya atau setiap pasar-pasar tempat berjual beli barang kebutuhan yang membutuhkan uang ?.

Sementara di bursa saham juga adalah tempat berjual beli instrument atas kebutuhan transaksional dengan motif keuntungan atau optimalisasi asset keuangan yang dimiliki seseorang. Jadi, kalau takut dengan istilah kapitalis ngapain pula belanja di pasar ? Sederhana sajalah.

Bursa saham itu banyak manipulasi dan penyimpangan > TIDAK TEPAT

Belum ada ditemukan sebuah bidang atau mekanisme aktivitas yang suci bersih dari tindakan manipulasi atau penyimpangan. Setiap aktivitas bisnis dimana saja selalu berlobang potensi manipulasi atau penyimpangan demikian. Uang saja dipalsukan orang, BBM saja ditimbun oleh oknum, pegawai saja bisa koruipsi, dan lain sebagainya.

Sementara kalau kita lihat di bursa saham sudah ada Undang-undang dan peraturan, ada sebuah badan yang mengawasinya yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta dengan berbagai macam perangkat sistem rambu-rambu dan tindakan penyimpanganya.

Secara regulasi, bursa saham diatur dan diawasi secara penuh. Secara etika, ada kode etik yang mengaturnya dan jika pun hal ini sempat tembus dengan peristiwa moral hazard sesungguhnya itu sangat kecil dibanding denga sistem keamanan dan antisipasi yang telah ditentukan. Artinya, jika terjadi pencurian di suatu tempat tentu saja bukan selalu berarti bahwa tempat itu adalah tempat yang angker menakutkan, bukan ?
Teterman….

Bursa saham itu berisiko tinggi > APAPUN BERISIKO

Boleh saja disebut berisiko tinggi, namun semakin anda paham apa esensi dari istilah risiko maka anda akan menyadari bahwa hampir setiap hari anda adalah seorang risk taker (pengambil risiko). Persoalan risko investasi sudah segudang referensi atau buku-buku panduannya.

Seorang pedagang yang membeli barang dagangan akan memegang risiko tidak laku, risiko
pemalsuan, risiko kehilangan atau bahkan risiko anda ketika tergelncir di selokan. Seorang nasabah bank juga tidak lepas dari risiko besar misalnya tiba-tiba saja bank nya bubar. Bukankah seorang penjaja korang di lampu merah atau seorang jocky 3 in one jalanan Jakarta begitu tinggi resikonya ditabrak kendaraan ?

Perhitungan risiko di bursa saham memiliki metode dan rumusan-rumusan tertentu yang kadang menciptakan kondisi investasi anda sangat kecil risiko. Semakin anda hati-hati atau semakin anda paham dalam permainan pasti anda lebih pandai meminimal resiko investasi anda.
Percayalah…

Bursa saham itu tempat menjadi kaya mendadak > BISA YA BANYAKAN TIDAK

Ada potensi musuh terbesar besar di dalam diri setiap orang yakni ingin kaya mendadak. Apapun masalahnya jika dilakukan dan diharapkan mendapatkan hasil secara cepat dan mendadak itu besar kemungkinan akan menjatuhkannya. Tidak ada yang instan dalam meraih keberhasilan di bidang apapun. Dan kalaupun ternyata ada itu adalah kondisi pengecualian yagn tidak dapat dijadikan sebagai patokan normal.

Bursa saham sebagai lahan investasi memang memungkinkan seseorang untuk menjadi kaya mendadak. Sikap ingin mendadak juga dengan sendirinya akan berpotensi bangkrut mendadak. Mentalitas kaya mendadak ini sesungguhnya mentalits ini tidak baik dan cenderung akan membawa seseorang ke jurang kebangkrutan. Dibutuhkan faktor-faktor yang pendukung yang kokoh sikap mental yang stabil, cara pandang yang objektif dan rasional dalam berinvestasi di bursa saham sehingga anda dapat menjadi investor sejati yang sukses.
Selamat…!!!

Beny Nasution, pialang senior

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here