Success story Ellen May, pakar saham pendiri Ellen May institute

Home » Trading Ideas » Success story Ellen May, pakar saham pendiri Ellen May institute
September 22, 2018 Trading Ideas No Comments

Bisa diceritakan kapan dan pengalaman anda pertama kali bersingggungan dengan dunia Saham atau pasar modal?

Pada tahun 2006 saya menikah dan menjadi ibu rumah tangga. Waktu itu saya bosan dan ingin ikut suami kerja di kantornya atau ingin membuka bisnis di rumah tapi suami tidak mengijinkan karena waktu itu sedang hamil muda. Kemudian suami mendorong saya untuk belajar berinvestasi, mulai dari reksadana.

Di dalam portofolio reksadana tersebut saya melihat ada beberapa nama saham. Waktu itu sektor pertmbangan sedang booming. Saya tertarik untuk langsung membeli saham.Karena penasaran saya mulai bertanya-tanya dan cari referensi, baik dari internet, teman-teman, dan saudara.

Waktu itu saya trading berdasarkan rumor dan berita seperti banyak orang lainnya yang memulai trading dan investasi saham tanpa petunjuk yang benar, menjadi spekulator. Untung besar di tahun 2006 dan 2007 menjadikan saya cukup euphoria, emosional, tidak mempunyai risk management. Tahun 2007 saya sudah menggunakan analisis teknikal. Namun ketika krisis tahun 2008 datang, saya sempat rugi karena sifat serakah di tahun-tahun sebelumnya masih mempengaruhi. Dari situ saya belajar banyak tentang risk management, dan psikologi trading.

Setelah 2008 akhir saya sudah memahami money management, risk management, dan psikologi trading, bahkan lebih dari mengerti, tapi saya bisa melakukannya. Dari situlah saya menyadari bahwa esensi trading yang sebenarnya terletak pada psikologi trading dan kedisiplinan mengendalikan resiko. Sampai akhirnya sekarang saya bisa konsisten dalam merealisasikan keuntungan dan membatasi kerugian. Kerugian dibatasi maksimal 1/3 dari potensi keuntungan untuk trading jangka pendek.

Selain trading, saya juga mulai berinvestasi saham jangka panjang pada akhir tahun 2008. Untuk investasi jangka panjang, selain memilih saham berfundamental bagus, namun yang paling penting adalah bagaimana membuat perencanaan awal dan kedisiplinan dalam menaati perencanaan tersebut.

Membuat perencanaan investasi dan trading bisa dipelajari dari buku “Smart Trader Rich Investor” dan “Smart Traders Not Gamblers”atau ikut seminar. Menetapkan tujuan / rencana awal dan disiplin dalam menaati perencanaan awal sangatlah penting karena orang cenderung suka berubah-ubah sehingga tujuan awal tidak tercapai. Apalagi jika tidak punya tujuan / perencanaan awal, kita bisa jadi galau ketika transaksi rugi / tidak sesuai dengan harapan sehingga hasil akhir tidak bisa maksimal.

Apa saja cara yang anda lakukan untuk kemudian bisa menjadi pasar saham seperti Sekarang?
Dulu pertama saya benar-benar abstrak banget, nggak ada petunjuk khusus / “manual book”. Seperti trader-trader lainnya, awalnya saya gambling, cuma mengikuti rumor dan rekomendasi dari broker. Semakin banyak saya mengikuti forum, saya malah semakin bingung. Akhirnya saya fokus pada satu strategi saja, kalau trading itu menggunakan analisa teknikal, tanpa memperhatikan rumor.

Setiap hari selama minimal 3 jam saya “scroll” saham dari A ke Z untuk belajar melihat pola grafik dan trend harga saham. Lama- lama menjadi terbiasa, tidak lagi butuh 3 jam. Hal itu masih saya lakukan sampai sekarang dan hanya membutuhkan 30 menit. Dengan melakukan hal seperti itu saya menjadi merasa sangat dekat dengan grafik saham dan benar-benar menikmati proses charting.

Apa saja kesulitan yang Anda temui pada waktu itu, dan bagaimana mengatasinya?
Waktu itu saya kesulitannya karena saya nggak ada panduan, tidak ada tutor, tidak ada pegangan yang dipelajari dari awal. Waktu itu saya langsung jump ke trading saham yang notabene high risk. Saya tidak mengerti tentang bagaimana mengenali profil resiko diri, menentukan goal investasi dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu saya mulai mengerti tentang pentingnya mengenali profil resiko, tujuan investasi jangka panjang, dan strategi apa yang harus saya lakukan sesuai dengan profil diri saya yang unik.

Hal tersebut saya juga bagikan dalam buku “Smart Trader Rich Investor” supaya orang dapat mengenali jenis investasi apa yang cocok buat dirinya, karena tidak semua orang cocok investasi jangka panjang di saham berdasar profil resiko dan tujuannya. Tidak semua orang pula cocok untuk trading saham jangka pendek terutama bagi yang tidak mau untuk belajar analisis teknikal, manajemen resiko dan pendendalian emosi.

Bisa diceritakan kisah suka duka Anda dalam berinvestasi di saham?
Senang sedih banyak, baik dari aktivitas trading dan investasi pribadi maupun saat edukasi. Saat investasi suka duka itu banyak, senang kl bisa disiplin dalam menjalankan trading plan ataupun investment plan. Sedih saat kita tidak disiplin.

Kerugian yang muncul biasanya bukan karena dari salah menganalisis, tapi karena kurang disiplin.
Saya sangat menikmati proses menganalisis, seakan-akan grafik saham itu ibarat soulmate,saya bisa menentukan strategi yang harus saya gunakan saat pasar strong uptrend atau ketika sedang bearish.

Pembelajaran yang saya lakukan 6 tahun ini telah bisa membuahkan hasil secara konsisten untuk diri sendiri dan orang lain juga. Saat mengedukasi, kita bertemu dengan banyak orang. Dari visi saya sendiri saya memiliki visi untuk ada minimal 1 juta orang yang berhasil di dalam investasi ataupun trading di dalam pasar modal indonesia.
Sukanya, saya menemukan berbagai banyak orang, mereka puas dan berterimakasih kepada saya karena berhasil mulai konsisten trading. Bisa menghsilkan karya-karya seperti buku, traning, hal-hal seperti itu kepuasan sendiri buat saya karena dapat membantu orang banyak.

Ketika orang mendapatkan keuntungan baik dari update saham di twitter dan berbagai edukasi yang saya lakukan, itu senangnya luar biasa buat saya. Dan ketika orang lain menyampaikan problem investasi, saya juga merasakan sedihnya, mengingatkan saya pada awal mulanya dan senang bisa membantu mereka.
Dukanya, ketika terkadang saya harus mengorbankan waktu bersama keluarga satu dua atau tiga hari untuk memberi edukasi ke luar kota. Dukanya ketika saya menjumpai beberapa orang yang tidak mau belajar dan hanya mau rekomendasi instan setiap hari. Padahal kalau mau belajar akan lebih puas secara pribadi.

Bagaimana Anda membagi waktu selaku ibu rumah tangga dan kesibukan lain dengan berinvestasi di pasar modal? secara pribadi tipe apakah Anda, investor atau trader?
Manajemen waktu itu sebenarnya tidak jauh beda dengan orang di kantor. Anak saya dua. Satu sekolah SD yang besar dan banyak aktivitas. Pagi hari saya selalu analisis pasar dan juga saya bagikan melalui twitter @pakarsaham dengan hashtag #kopipagi, juga dalam milis bit.ly/milispakarsaham.

Kemudian saya antar anak sekolah, lalu saya lanjutkan lagi aktivitas di dunia saham baik untuk saya pribadi maupun untuk edukasi bagi teman-teman lainnya melalui Facebook, Twitter @pakarsaham, dan Mailing List pakarsaham. Di sela-sela aktivitas tersebut saya mash bisa mengatur rumah tangga dan bermain dengan si kecil.
Jam 12 saya jemput anak saya. Setelah saya jemput, dan antar les, saya lanjutkan aktivitas saya sampai jam 5 an dan setelah itu benar-benar fokus untuk anak-anak.

Saya bersyukur suami sangat mendukung dalam berbagai kegiatan saya, terutama ketika di luar kota, suami mau bantu untuk menggantikan tugas saya di rumah yaitu membimbing anak belajar.
Waktu yang sangat padat saya manfaatkan sebaik mungkin. Ada waktu luang untuk diri sendiri justru ketika saya sedang memberi aktivitas edukasi di luar kota baik melalui media ataupun training. Ketika saya sedang traning di Jakarta, Surabaya, Bali dan kota lainnya, saya menemukan teman-teman team yang solid banget. Di situlah saya merasa senang sekali. Team saya sudah seperti keluarga sendiri.

Menurut Anda apa saja yang perlu diperbaiki dari industri pasar modal oleh regulator, agar industri ini memasyarakat?
Semakin banyak sosialisasi dan edukasi terutama dengan menggandeng media.
Mimpi saya sebenarnya mengajarkan investasi lebih dini. Bursa efek bekerjasama dengan instansi pendidikan sehingga pendidikan investasi masuk ke dalam kurikulum dengan cara yang menyenangkan dan menarik buat anak-anak.

Beberapa sudah tampak usaha edukasi dari BEI ke masyarakat lewat institusi pendidikan, bagaimana menurut Anda?
Sudah cukup bagus, namun perlu lebih memasyarakat lagi dengan cara yang lebih sederhana / simple, karena orang sering takut ikut edukasi pasar modal karena dianggap rumit, sulit, dan membosankan, padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Bagaimana menurut Anda cara apa saja yang perlu dilakukan semua pihak agar mimpi 1 juta investor segera tercapai?
Bergandeng tangan mengedukasi dan menjadi contoh investor yang berhasil. Sebelum bisa sharing ke orang lain harus bisa berhasil dulu. Saya berusaha share lewat buku “Smart Trader Rich Investor” dan “Smart Traders Not Gamblers”, twitter @pakarsaham, milis pakarsaham, dan berbagai media lainnya.

Mengenai buku terbaru Anda, apa pesan utama yang ingin Anda sampaikan?
Tujuan saya menulis buku “Smart Trader Rich Investor : The Baby Steps” supaya orang tidak mengalami hal yang sama seperti saya ketika dulu memulai trading. Intinya memetakan antara kebutuhan masing-masing orang dengan strategi investasi yang cocok untuk dirinya karena setiap orang punya kebutuhan dan profil yang unik.
Dijelaskan langkah demi langkah, dari nol hingga dijelaskan sangat detail sekali. Buku ini saya buat semenarik mungkin agar kesan “boring” saat belajar investasi tidak lagi ada. Serba-serbi investasi, alasan pentingnya berinvestasi hingga strateginya dijelaskan detil.

Dengan buku itu jadi orang tahu kebutuhannya dimana dan strategi investasi apa yang cocok buat dirinya. Saya harap dengan membaca buku ini pembaca tidak perlu lagi trial and error seperti saya dulu, tidak perlu lagi meraba-raba apa yang harus dilakukan ketika mulai investasi di pasar modal. Jadi buku ini ibarat short cut untuk memahami dasar penting investasi pasar modal dan juga trading saham.

Dari 240 juta jiwa penduduk Indonesia, baru sekitar 360 ribu saja yang masuk ke dalam dunia trading, itu artinya masih banyak banget yang belum memanfaatkan pasar modal ini. Banyak dari mereka yang sebenarnya punya uang tapi tidak tahu memilih jenis investasi apa yang cocok untuk dirinya, dan ada yang terjebak dalam investasi bodong. Selain itu orang takut berinvestasi saham karena dianggap berjudi.
Buku ini saya harap menjadi “manual book” bagi rekan-rekan pemula semua.

Bolehkah disebutkan minimal lima kesalahan umum pemula yang perlu dihindari?
Rasa malas belajar, kebanyakan orang mau instan, serakah, panik berlebihan, dan “kudis” alias kurang disiplin.

Siapa saja pihak (komunitas, person) yang paling banyak membantu Anda dalam belajar mengenai pasar saham?
Belajar banyak dari banyak orang, namun terutama belajar dari buku-buku impor dan internet. Diperdalam dengan practice setiap hari, trial and error bertahun-tahun, mengoreksi diri.

Seperti dikutip dari Majalah Pialang November 2013

Leave a Reply