Seri artikel ini khusus bagi yang awam mengenai pasar saham. Apa sebenarnya makna dan bentuk makhluk bernama saham dan IHSG itu?

Saham adalah surat efek yang akan diterima investor yang sudah menyetorkan sejumlah dana modal ke dalam sebuah perusahaan. Perusahaan yang mengeluarkan emisi saham biasa disebut juga emiten saham.

Untuk masuk ke pasar modal dan mendapatkan suntikan dana tambahan, perusahaan tersebut perlu menjual sebagian sahamnya kepada publik melalui proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). IPO dilakukan dengan bantuan dari beberapa profesi di pasar modal, terutama dari perusahaan efek sebagai pihak yang memiliki investor potensial.

Dengan bantuan perusahaan efek, atau yang juga biasa disebut dengan sekuritas, maka prosesnya akan membutuhkan persetujuan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) sebagai otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai otoritas pasar modal.

Efek yang juga biasa disebut ekuitas yang sudah beredar di publik akhirnya bisa ditransaksikan kembali siapa saja yang sudah masuk ke pasar modal sebagai investor dari masing-masing sekuritas, baik dijual ataupun dibeli.

BEI bersama dengan dua pendukungnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merupakan pihak yang mengoperasikan pasar saham, di mana ketiganya biasa disebut self regulatory organization (SRO) bursa.

Saham yang sudah beredar lalu ditransaksikan di bursa oleh investor melalui jasa tangan-tangan sekuritas. Ketika saham bekerja, tidak ada lagi tembok yang membatasi ruang gerak termasuk pembatas antar negara, salah satunya pasar saham dan kondisi ekonomi di negara atau bahkan benua lain yang turut memancing sentimen investor untuk menggerakkan bursa.

Dalam prosesnya, setiap saham yang mendapatkan sentimen negatif atau tekanan jual berarti memiliki lebih banyak investor yang mengantri untuk menjual sahamnya. Di sisi lain, saham yang sedang memiliki sentimen positif atau tekanan beli sedang memiliki lebih banyak investor yang ingin membelinya dalam satu waktu tertentu.

Selain sentimen pasar saham dan perekonomian global, pergerakan harga saham juga dapat dipengaruhi oleh sentimen investor terhadap saham tersebut. Sentimen itu bisa berasal dari rumor pasar, perubahan atau prospek dari perusahaan terkait, kinerja operasional yang tercermin dari laporan keuangannya (dilihat dari sisi analisis fundamental), maupun dari tren pergerakan grafik harga sahamnya sendiri (sisi analisis teknikal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here