Image result for amta slingshot system angelo michael

Untung dan rugi dalam perdagangan itu sudah pasti. Namun kalau sejauh ini Anda terus merugi, mungkin Anda sudah keliru strategi. Kalau saat ini sistem trading Anda kurang memberikan jaminan terhadap profit yang diperoleh. Anda perlu mencoba sistem trading baru yang didevelope berbasis tren pergerakan pasar. Nama sistem trading itu AMTA Slingshot System.

AMTA Slingshot System itu sendiri merupakan sistem pendukung bagi orang-orang untuk melakukan trading secara lebih mudah karena menggunakan basis analisis teknikal. Sehingga pelaku pasar dapat melakukan aktivitasnya dengan lebih baik. Tanpa perlu bergantung dari yang lain atau sekadar ikut-ikutan saja.

Menurut Angelo Michel, perancang AMTA Slingshot System, dengan sistem ini pelaku bisa lebih percaya diri saat trading. Sebab output yang diberikan sudah sangat jelas. Lebih dari sekadar peak saham seperti yang biasa disuguhkan oleh para analis. Singkatnya, dengan sistem ini orang dapat melakukan aktivitas trading dengan lebih sehat.

“Begitu ditanya kenapa beli saham ini jawabannya karena lagi hijau atau ikut yang lain. Dan ini bukan dasar keputusan yang baik. Nah, sistem ini sudah punya kriteria-kriteria tertentu yang sudah teruji dengan baik. Sehingga kalau sinyal beli sudah muncul, paling tidak harga harus naik.

Paling lama 3 hari, kalau bisa hari itu. Lalu setelah dia (pelaku pasar) bisa beli, dan dia sudah tahu mesti jualnya di berapa untuk take profit dan jual berapa di cut loss,” ulasnya ketika ditemui saat menjadi pembicara di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Yang membuat sistem ini berbeda dari sistem-sistem trading sebelumnya yaitu sistem ini dirancang untuk melakukan analisa teknikal berdasarkan analisa dari pelaku pasar. Sehingga apapun yang akan terjadi dengan pergerakan di pasar atau ke mana arahnya pergerakan pasar, selagi itu terjadi karena pelaku pasar, maka sistem ini akan segera mendeteksi. Singkatnya, sistem ini benar-benar melihat apa yang terjadi di dalam pasar. Tanpa peduli dengan urusan fundamental.

“Kalau pelaku pasar memandang saham ini positif walaupun fundamental bilang jelek, harga tetap akan naik. Karena banyak kasus, fundamental bilang jelek tapi harga saham ternyata melambung, dan sebenarnya sinyal ini sudah ditangkap oleh sistem,” katanya.

“Bagusnya fundamental itu kita abaikan. Fundamental bilang jelek tapi sistem bilang beli, kita tetap beli. Kalaupun fundamental menyebabkan harga turun nggak apa-apa. Sistem sudah punya informasi cut loss. Jadi kita bisa keluar sebelum rugi besar,” imbuhnya.

Selain itu, Angelo Michel menyebut keunikan dari sistem trading ini dibandingkan dengan yang lain adalah adanya komponen histogram. Tools ini memberikan informasi pasar sedang dalam keadaan crash atau tidak. Kalau selama ini mungkin kita hanya tahu di mana keberadaan market maker, dan cuma bisa mengikuti saja apa yang akan dilakukannya, dengan sistem trading ini kita bisa tahu arah pergerakan market maker.

“Bisa lihat market maker ladi di mana. Saham ini lagi dijagain apa tidak. Market maker itu kan juga manusia ya, mereka juga nggak mau rugi dong. Jadi kita bisa antisipasi kalau mereka mau turunin,” ulasnya.

Akurasi dari AMTA Slingshot System sejauh ini masih terus dipantau. Namun sejauh ini suatu sistem trading yang sudah diperkenalkan ke masyarakat, paling tidak sistem tersebut sudah memiliki akurasi lebih dari 70 %.

“Yang sudah memakai itu Kontan. Terakhir Laporan akurasi sudah mencapai 85 persen,” katanya.
Lantas siapa saja yang bisa menggunakan sistem ini? pada dasarnya sistem ini diperuntukan bagi semua kalangan yang berkecimpung di pasar modal. Utamanya buat mereka-mereka yang tidak memiliki cukup waktu untuk melihat analisa teknikal.

Angelo Michel mengatakan, sistem ini sangat membantu bagi investor mempunyai dana investasi cukup besar. Sebab mereka pasti akan memecah dananya ke beberapa saham. Dan saat memilih saham, satu hal yang perlu diperhatikan terkait soal dana adalah kemampuan penyerapan dana dari saham tersebut.

“Nah sistem ini punya informasi yang bisa memberi tahu rata-rata transaksi di saham tertentu per hari. Jadi kalau misalnya BBRI rata-rata transaksi Rp 100 M per hari, kita nggak mungkin trading dengan nilai lebih besar dari itu, nggak mungkin terserap ”katanya.

Untuk dapat memakai sistem ini silahkan kontak @angelo_michel

Angelo Michel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here