Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index declined 3.37bps from 7.713% to 7.679%
  • Argentina started the year with borrowing costs about 3.5 percentage points above U.S. Treasuries, and below the average for high-yield issuers in emerging markets. Now, with commodities rebounding and some large investors calling a possible bottom to the emerging-market bloodbath, Argentina is regaining some of that lost credibility in the bond market. This month alone, spreads over Treasuries have tightened 150 basis points compared with an average of 18 basis points for developing peers, according to data compiled by JPMorgan Chase & Co. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR13.19 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR15.79 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR1015.37 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1100.35 billion and it was lower than its YTD average of IDR1033.28 billion.
  • IDR strengthened 0.17% against USD from 14,875 to 14,849 whilst JCI rose 0.98% from 5,874 to 5,931.
  • FR0064 yield declined by 2.60bps from 8.213% to 8.187% while RI28 yield decreased by -2.0bps from 4.564% to 4.544%.
  • Brent declined from 79.21 to 78.45 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 71.12 to 70.80 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index menurun 3.37bps dari 7.713% menjadi 7.679%
  • Argentina memulai tahun dengan biaya pinjaman sekitar 3,5 poin persentase di atas Treasury AS, dan di bawah rata-rata untuk emiten high-yield di pasar negara berkembang. Sekarang, dengan komoditas rebound dan beberapa investor besar yang menyatakan kemungkinan level rendah di pasar berkembang, Argentina memperoleh kembali sebagian dari lost credibility di pasar obligasi. Bulan ini saja, spread over Treasuries telah memperketat 150 basis poin dibandingkan dengan rata-rata 18 basis poin untuk rekan berkembang, menurut data yang dikumpulkan oleh JPMorgan Chase & Co. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp13.19 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp15.79 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1015.37 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1100.35 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1033.28 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah menguat 0.17% terhadap US Dollar, dari 14,875 menjadi 14,849 sedangkan IHSG meningkat 0.98% dari 5,874 menjadi 5,931.
  • FR0064 yield mengalami penurunan by 2.60bps dari 8.213% menjadi 8.187% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -2.0bps dari 4.564% menjadi 4.544%.
  • Harga brent mengalami penurunan dari 79.21 menjadi 78.45 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 71.12 menjadi 70.80 USD per barrel.

Best regards,

Debt Research | PT. Danareksa Sekuritas

Jl. Medan Merdeka Selatan 14 Jakarta Pusat 10110

Tel. +62213509888 Fax. +62213501709

www.danareksaonline.com | www.danareksa.com

Danareksa_DW20180921.pdf

Danareksa_DTA20180921.pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here