Daily Reports Thursday, September 20, 2018

0
2

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index fell 5.08bps from 7.763% to 7.713%
  • Brazil’s central bank kept its key rate at an all-time low but cautioned of growing risks to inflation amid doubts over economic policy following presidential elections and global trade disputes. The bank’s board, led by its President Ilan Goldfajn, on Wednesday left the benchmark Selic unchanged at 6.50 percent, a stimulus it considered necessary given weak economic growth. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR15.79 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.37 trillion but it was lower than its YTD average of IDR18.19 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR1100.35 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR597.37 billion and it was higher than its YTD average of IDR1033.39 billion.
  • IDR weakened 0.13% against USD from 14,855 to 14,875 whilst JCI rose 1.06% from 5,812 to 5,874.
  • FR0064 yield dropped by 13.50bps from 8.348% to 8.213% while RI28 yield rose by 2.0bps from 4.544% to 4.564%.
  • Brent increased from 78.71 to 79.21 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 69.85 to 71.12 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index turun 5.08bps dari 7.763% menjadi 7.713%
  • Bank sentral Brasil mempertahankan suku bunganya pada titik terendah sepanjang waktu tetapi memperingatkan meningkatnya risiko terhadap inflasi di tengah keraguan atas kebijakan ekonomi setelah pemilihan presiden dan sengketa perdagangan global. Dewan bank, yang dipimpin oleh Presiden Ilan Goldfajn, pada hari Rabu meninggalkan benchmark Selic tidak berubah pada 6,50 persen, stimulus yang dianggap perlu mengingat pertumbuhan ekonomi yang lemah. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp15.79 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp14.37 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.19 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1100.35 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp597.37 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1033.39 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah melemah 0.13% terhadap US Dollar, dari 14,855 menjadi 14,875 sedangkan IHSG meningkat 1.06% dari 5,812 menjadi 5,874.
  • FR0064 yield mengalami penurunan by 13.50bps dari 8.348% menjadi 8.213% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 2.0bps dari 4.544% menjadi 4.564%.
  • Harga brent naik dari 78.71 menjadi 79.21 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 69.85 menjadi 71.12 USD per barrel.

Best regards,

Debt Research | PT. Danareksa Sekuritas

Jl. Medan Merdeka Selatan 14 Jakarta Pusat 10110

Tel. +62213509888 Fax. +62213501709

www.danareksaonline.com | www.danareksa.com

Danareksa_DTA20180920.pdf

Danareksa_DW20180920.pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here