Jakarta, 17 September 2018 – Pada hari ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) atas nama Menteri Keuangan melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004. SBR004 merupakan seri SBR kedua yang penjualannya dilakukan secara online (e-SBN) yang memiliki interface dengan 11 (sebelas) Mitra Distribusi.

Total volume pemesanan pembelian SBR004 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp7.322.971.000.000,00 (tujuh triliun tiga ratus dua puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh satu juta rupiah). Dana hasil penjualan SBR004 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2018 antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan SBR seri SBR004 yang diterbitkan oleh Pemerintah adalah sebagai berikut:

1. Nominal Penerbitan Rp7.322.971.000.000,00
2. Tanggal Penerbitan/Setelmen 19 September 2018
3. Tanggal Jatuh Tempo 20 September 2020
4. Bentuk dan Karakteristik Obligasi Obligasi Negara tanpa warkat; Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder; Tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption)
5. Jenis Kupon Mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.
6. Tingkat Kupon
  • Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 19 September 2018 sampai dengan tanggal 20 Desember 2018) adalah sebesar 8,05%, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 5,50% ditambah spread tetap 255 bps (2,55%).
  • Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.
  • Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 255 bps (2,55%).

Tingkat kupon sebesar 8,05% adalah berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan Tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo.

7. Pembayaran Kupon Tanggal 20 setiap bulan
8. Pembayaran Kupon Pertama Kali 20 Oktober 2018
9. Tanggal Mulai Berlakunya Periode Kupon 21 Maret, 21 Juni, 21 September, dan 21 Desember setiap tahun
10. Tanggal Penyesuaian Kupon 3 hari kerja (hari kerja Pemerintah) sebelum tanggal mulai berlakunya periode kupon
11. Periode Pengajuan Early Redemption Pembukaan: 7 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB

Penutupan: 15 Oktober 2019 pukul 15.00 WIB

12. Tanggal Setelmen Early Redemption 21 Oktober 2019
13. Nilai Maksimal Early Redemption 50% dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi, dengan kelipatan Rp1.000.000,00.

Penjualan SBR004 kali ini telah menjangkau 21.672 investor di Indonesia, dengan investor baru SBR sebanyak 17.195 investor. Adapun profil investor SBR004 adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah investor ritel terbesar adalah yang melakukan pemesanan pada rentang Rp1 juta s.d. Rp100 juta, yang mencapai 55,59%.
  2. Berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi Milenial (lahir tahun 1980-2000, usia saat ini 18-38 tahun) mendominasi dengan porsi mencapai 40,99% dari total jumlah investor. Adapun dari sisi volume pemesanan, kelompok Baby Boomers (lahir tahun 1946-1964, usia saat ini 54-72 tahun) adalah terbesar, yang mencapai 43,11% dari total volume pemesanan atau Rp3,16 triliun.
  3. Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah Pegawai Swasta yang mencapai 37,95%, selanjutnya kelompok Wiraswasta dan Ibu Rumah Tangga masing-masing sebesar 23,39% dan 10,39%. Adapun berdasarkan volume pemesanan, kelompok profesi Wiraswasta adalah yang terbesar mencapai 39,40%, disusul oleh Pegawai Swasta dan Ibu Rumah Tangga masing-masing sebesar 24,20% dan 14,61%.
  4. Jumlah nominal pemesanan SBR004 terbesar berdasarkan wilayah adalah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yang mencapai Rp3,29 triliun, sedangkan wilayah DKI Jakarta mencapai Rp3,27 triliun dan wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur sebesar Rp761,60 miliar. Dibandingkan dengan penerbitan SBR003, seluruh wilayah mengalami peningkatan dengan persentase peningkatan yang tertinggi yaitu DKI Jakarta sebesar 302,06%.
  5. Rata-rata volume pemesanan per investor adalah Rp337,90 juta.
  6. Sebaran jumlah investor SBR004 berdasarkan kelompok usia dan profesi yang lebih rinci adalah sebagai berikut:
Kelompok Jumlah Investor (%)
Usia*
1. Generasi Z (>2000) / <18 tahun 0,11
2. Generasi Milenial (1980 – 2000) / 18-38 tahun 40,99
3. Generasi X (1965 – 1979) / 39-53 tahun 30,92
4. Generasi Baby Boomers (1946 – 1964) / 54–72 tahun 25,23
5. Generasi Tradisionalis (1928 – 1945) / 73–90 tahun 2,75
Profesi
6. Pegawai Swasta 37,95
7. Wiraswasta 23,39
8. Ibu Rumah Tangga 10,39
9. PNS/ TNI/ Polri 8,89
10. Pelajar/Mahasiswa 5,64
11. Pensiunan 3,96
12. Pegawai Otoritas/Lembaga/BUMN/BUMD 1,85
13. Profesional 0,93
14. Lainnya 7,01

*Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006)

Beberapa capaian atas penjualan SBR004 adalah sebagai berikut:

  1. Pemesanan mengalami oversubscribe sekitar 4,9 kali dari target awal yang disampaikan oleh seluruh Mitra Distribusi sebesar Rp1,49 triliun.
  2. Berdasarkan jumlah investor, Mitra Distribusi kelompok Fintech berkontribusi sebanyak 13,3% investor, walaupun secara volume Fintech hanya menyumbang sebesar 1,8%.
  3. Dari 17.195 investor baru SBR004, generasi Milenial mendominasi sebesar 45,26% atau sebanyak 7.782 investor.
  4. Secara kumulatif, realisasi penerbitan SBR003 dan SBR004 melalui sistem online pada tahun 2018 mencapai Rp9,25 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan penjumlahan penerbitan SBR001 (tahun 2014) dan SBR002 (tahun 2016) yang mencapai Rp6,31 triliun.
  5. Pada penerbitan SBR004, Mitra Distribusi yang menyediakan layanan online bertambah dari yang semula berjumlah 9 (sembilan) menjadi 11 (sebelas) Mitra Distribusi, yakni PT. Bank Central Asia Tbk; PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk; PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; PT. Bank Permata Tbk; PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk; PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk; PT. Bareksa Portal Investasi; PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit); PT Investree Radhika Jaya; dan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

Informasi lebih lanjut:

Direktorat Surat Utang Negara
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Kementerian Keuangan RI
Email: surat.utang.negara
Telp. (021) 3810175
Fax. (021) 3846516

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here