Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index decreased 0.04bps from 7.828% to 7.827%
  • Australia’s dollar fell against all its Group-of-10 peers as an intensifying trade war between the U.S. and China fanned concern higher tariffs will curb demand for commodities.The yen and dollar advanced as investors sought haven assets after the Trump administration said it would impose a 10% tariff on about $200b in Chinese goods effective Sept. 24 before rising to 25% in 2019. Treasuries rose while U.S. stock futures declined. (Bloomberg)
  • Government bonds volume was IDR20.73 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR16.73 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.23 trillion.
  • Corporate bonds volume was IDR2026.17 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR725.30 billion and it was higher than its YTD average of IDR1035.57 billion.
  • IDR weakened 0.49% against USD from 14,807 to 14,880 whilst JCI fell -1.80% from 5,931 to 5,824.
  • FR0064 yield climbed up by 1.20bps from 8.363% to 8.375% while RI28 yield climbed up by 3.7bps from 4.504% to 4.541%.
  • Brent fell from 78.16 to 77.87 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 68.99 to 68.91 USD per barrel.

Highlights:

  • Danareksa government bonds yield index menurun 0.04bps dari 7.828% menjadi 7.827%
  • Dolar Australia melemah terhadap semua jenis Group-of-10 karena perang dagang semakin meningkat antara AS dan Cina yang lebih besar kekhawatiran tingkat yang lebih tinggi akan membatasi permintaan komoditas. Yen dan dollar muncul sebagai aset yang dicari investor setelah Trump mengatakan akan memberlakukan tarif 10% atau sekitar $200b dalam barang-barang Cina efektif tanggal 24 September sebelum naik ke 25% pada tahun 2019. Kas meningkat sementara berjangka saham AS menurun. (Bloomberg)
  • Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.73 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp16.73 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.23 triliun.
  • Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2026.17 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp725.30 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1035.57 miliar.
  • Nilai tukar Rupiah melemah 0.49% terhadap US Dollar, dari 14,807 menjadi 14,880 sedangkan IHSG menurun -1.80% dari 5,931 menjadi 5,824.
  • FR0064 yield meningkat by 1.20bps dari 8.363% menjadi 8.375% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 3.7bps dari 4.504% menjadi 4.541%.
  • Harga brent turun dari 78.16 menjadi 77.87 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 68.99 menjadi 68.91 USD per barrel.

Best regards,

Debt Research | PT. Danareksa Sekuritas

Jl. Medan Merdeka Selatan 14 Jakarta Pusat 10110

Tel. +62213509888 Fax. +62213501709

www.danareksaonline.com | www.danareksa.com

Danareksa_DW20180918.pdf

Danareksa_DTA20180918.pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here