Menurut Riset Terbaru dari The Boston Consulting Group, Meskipun Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara Tengah Melambat, Perusahaan Barang Konsumsi dan Jasa Keuangan di Indonesia dapat Meraih Keuntungan dengan Cara Memahami Kebiasaan Konsumen Secara mendalam.

Pertumbuhan ekonomi di sebagian besar negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tengah mengalami perlambatan akibat dari beberapa faktor. Namun, dalam jangka menegah dan panjang, Indonesia dipandang sangat menarik bagi perusahaan yang ingin beroperasi di negara berkembang, dengan alasan utama: peningkatan pendapatan dan urbanisasi telah mengarah pada peningkatan konsumen berbasis seluler. Untuk memaksimalkan peluang ini dan dalam kondisi ekonomi yang kurang menentu, perusahaan perlu pemahaman yang lebih dalam mengenai konsumen Indonesia dari berbagai segmen demografis, perihal preferensi terhadap merek, perilaku berbelanja, serta pengambilan keputusan dalam membeli. Seri laporan riset yang diluncurkan oleh The Boston Consulting Group (BCG) memberikan temuan secara mendalam, guna menuntun perusahan-perusahan yang bergerak di tiga industri, yakni: barang awet, barang kebutuhan sehari-hari, dan jasa keuangan.

Ketiga publikasi tersebut merangkum merangkum temuan dari survei kuantitatif dan kualitatif terhadap 3000 konsumen dari berbagai kelompok sosial-ekonomi di 19 lokasi yang berbeda dari seluruh Indonesia. Pokok penting dari ketiga laporan tersebut adalah mengidentifikasi kelompok kunci di Indonesia, yakni profesional muda dan wanita modern, yang memiliki kebiasaan, preferensi, dan kebutuhan unik.

Edwin Utama, partner dari BCG dan penulis pendamping laporan tersebut mengatakan, “Para pelaku usaha perlu mengembangkan pendekatan usaha yang memahami setiap kelompok guna mengaplikasikan cara mempengaruhi yang paling tepat dari merek dagangnya.” “Mereka yang mencoba untuk mengaplikasikan pendekatan usaha yang generic akan mengalami kesulitan,” tambahnya.

Vaishali Rastogi, senior partner dari BCG dan penulis pendamping laporan tersebut menambahkan, “Ekspansi ekonomi Indonesia beberapa saat ini telah mengalami turbulensi. Namun, yang terpenting adalah perlu penggunaan pendekatan usaha yang sesuai sasaran dan diperlukan wawasan yang mendalam mengenai perilaku konsumen pada segmen kunci demografis.”

Wawasan Penting dalam Tiga Industri yang Tumbuh Pesat

Temuan pokok dari hasil riset BCG untuk manufaktur industri barang awet adalah sebagai berikut:

· Produk barang awet adalah salah satu produk prioritas oleh konsumen Indonesia, yang memiliki kecenderungan meningkat dalam melakukan pembelian barang tersebut secara kredit (peningkatan sebesar 50 persen selama dua tahun terakhir).

· Pembeli pertama kali memiliki peran penting. Sebagaimana kualitas hidup di Indonesia mengingkat, kelompok konsumen ini akan mewakili dua per tiga dari total volume penjualan barang awet di tahun 2017. Pelaku industri sangatlah penting memenangkan kelompok konsumen ini.

· Profesional muda dan wanita modern merepresentasikan 10 persen dari basis konsumen Indonesia Selain dalam hal pembelian produk, mereka sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh anggota keluarga dan teman-temannya.

Temuan pokok untuk manufaktur industri barang kebutuhan sehari-hari, dalam kategori seperti makanan, minuman, produk kecantikan dan barang kebutuhan rumah tangga, diantaranya:

· Konsumen membeli berbagai merek untuk set pilihan produk yang sudah pakem.

· Perusahaan yang tidak mampu menembus set pilihan ini akan gagal mengembangkan usahanya.

· Konsumen memiliki kecenderungan untuk menjadi omnichannel, yakni membeli dalam produk kategori tertentu namun dalam format toko yang beragam.

· Digital memperoleh peningkatan pengaruh dalam pengambilan keputusan berbelanja, khususnya untuk kategori barang dimana konsumen sering melakukan perbandingan.

· Kelas menengah dan berkecukupan berkemauan untuk meningkatkan preferensi belanja mereka pada produk-produk premium, termasuk dalam belanja pernak-pernik.

Bagi industri jasa keuangan, berikut adalah temuan pokok, yang diantaranya:

· Kelompok masyarakat dengan pendekatan menengah kebawah, perlu diyakinkan bahwa menggunakan layanan perbankan bukanlah pembuangan waktu. Karena kelompok konsumen ini cenderung memilih bank berdasarkan reputasi secara keseluruhan daripada kekuatan bank untuk layanan tertentu. Bank perlu fokus pada peningkatan reputasinya, dan juga dalam hal memberikan kenyamanan, keamanan, dan produk secara sederhana di lokasi yang tepat.

· Kelompok masyarakat kelas menengah dan berkecukupan membutuhkan layanan jasa keuangan pada tingkat yang lebih lanjut. Perusahaan jasa keuangan perlu lebih baik dalam hal menargetkan kelompok masyarakat tersebut, khususnya pada saat kelompok ini melakukan transisi pada pekerjaan dan urusan pribadinya, yang merupakan peluang dalam menawarkan berbagai tawaran produk dan jasa keuangan yang beragam.

· Perbankan digital masih mencari momentum. Dalam kelompok masyarakat kelas menengah dan berkecukupan, sebanyak 29 persen mengunakan layanan perbankan digital. Akan tetapi, penggunaannya pada semua kelompok masyarakat akan meningkat pesat sebagaimana teknologi digital menjadi barang yang lazim digunakan di Indonesia.

Pada saat negara-negara berkembang di Asia Tenggara mengalami guncangan, Indonesia masih menyimpan cerita tentang pertumbuhan, dengan basis konsumen yang terus berkembang dan semakin berdaya secara ekonomi tiap tahunnya. Sebagaimana yang ditunjukan oleh hasil riset BCG, perusahaan yang mempu mengidentifikasi segmen demografis yang tepat, memahami kebiasaan berbelanja para konsumen pada tingkat yang dalam, dan merancang strategi intervensi dalam jalur pembelian barang untuk memenangkan konsumen, akan mampu mengambil meraih keuntungan.

Laporan lengkap dan press release:

Press Release – BCG Dec0415 – Indonesia CCI – FINAL ENGLISH.pdf

Press Release – BCG Dec0415 – Indonesia CCI – FINAL INDONESIAN.pdf

BCG Indonesian Consumer Trend Report Series – Factsheet English – Dec0415.pdf

BCG Indonesian Consumer Trend Report Series – Factsheet Indonesia – Dec0415.pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here