Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi di tengah pelemahan indeks pasar asia. Indeks turun sebesar -11 poin (-0,26%) ke 4,545 setelah bergerak di antara 4.541-4.568. Sebanyak 127 saham naik, 142 saham turun, 82 saham tidak bergerak, dan 210 saham tidak ditransaksikan.

Hari ini, investor membukukan transaksi sebesar Rp4,60 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp3,18 triliun, transaksi negosiasi Rp1,42 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp63,6 miliar.

Sebanyak lima sektor melemah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun -1,73% dan sektor manufaktur yang turun -1,47%.

Saham di sektor manufaktur yang paling terkoreksi adalah PT Pyridam Farma Tbk (PYFA, Rp126) yang turun -9,35% dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA, Rp1.345) yang turun -3,93%. Di sektor manufaktur, saham yang paling melemah adalah PT Asiaplast industries Tbk (APLI, Rp72) sebesar -10,00% dan PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX, Rp59) sebesar -9,23%.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar -0,37%, indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar -0,72%, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong terapresiasi sebesar +0,44%.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik +0,31%, DAX di Jerman yang melemah -0,09%, dan CAC di Perancis terkoreksi -0,09%.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah menguat tipis +4 poin (+0,03%) ke Rp13.780 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.749-Rp13.818 per dolar AS.
DailyTrading.png

DailyTrading.png

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here