Rugi bersih SMCB sepanjang 9M2015 dibukukan Rp372 miliar, di bawah prediksi konsensus dan kami, terutama karena margin yang lebih lemah, Limited Separation Program, dan rugi valas Rp336 miliar. Sebagai tambahan, SMCB membukukan rugi dari operasional yang tidak berlanjut dari divestasi Rp13,8 miliar di Holcim Malaysia.

Saat ini, kami masih merevisi proyeksi kami. Kami masih tetap SELL dengan karena neraca keuangan yang memiliki rasio utang yang tinggi (high leverage). Kami lebih memilih perusahaan dengan neraca keuangan yang lebih kuat (seperti INTP) karena pertumbuhan yang lemah. Kami khawatir kondisi oversupply akan terjadi beberapa tahun ke depan jika permintaan tidak mampu lebih dari 12% CAGR. (Liliana S Bambang/Riset Mandiri Sekuritas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here