• Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada akhir bulan Oktober 2015 mengeluar keputusan Kementerian No 37/2015 yang mengatur mengenai penetapan harga dan alokasi gas untuk pasar dalam negeri yang akan berlaku secepatnya.

 

  • CIMB yakin hal ini sejalan dengan rencana awal pemerintah yang akan menciptakan pasar gas yang lebih efisien. Ada beberapa perubahan kunci dalam keputusan terbaru ini 1) Memasukan gas untuk rumah tangga dan transportasi sebagai prioritas dalam penyaluran gas nasional. 2) Deskripsi detail mengenai alokasi gas nasional dalam setiap sektor ekonomi dan juga konfirmasi mengenai BUMN yang mempunyai hak dalam melakukan distribusi gas untuk pasar dalam negeri. 3) Mengurangi para trader yang bergerak di bisnis gas. Dengan keputusan Menteri ESDM ini, semakin mengindikasikan langkah pemerintah yang akan menciptakan badan regulator gas yang selanjutnya akan meregulasi tata niaga gas nasional.

 

  • Patut dicatat bahwa penetapan yang dilakukan baru meregulasi harga gas oleh kontraktor hulu (upstream) dan pemerintah belum memberikan detail mengenail harga gas bagi pelaku industri hilir (downstream). Dengan demikian margin PGAS belum akan terkena dampak dari regulasi baru, lebih lanjut dengan adanya penetapan kontrak harga bagi industri gas upstream maka hal ini mengindikasikan rencana pemerintah untuk memotong harga gas nasional dengan cara menurunkan split atau bagi hasil bagian negara.

 

  • CIMB menganggap regulasi baru ini positif bagi PGAS dimana kemungkinan bisa terjadinya merger antara PGAS dengan Pertagas. Kami menilai merger kedua perusahan ini bisa memberikan sinergi positif bagi industri gas nasional. Adapun hal yang menjadi resiko adalah pemegang saham minoritas, dimana Pertagas berencana untuk menjadi pemegang kontrol bila kedua perusahan jadi dimerger.

 

  • Valuasi saat ini PGAS ditransaksikan dengan PE 11.8x, dan berada dibawah rata-rata 5 tahun terakhir standar deviasi 1, CIMB tetap yakin dengan prospek PGAS mengingat pada tahun 2016 akan ada pertumbuhan volume dan perbaikan pendapatan seiring dengan membaiknya perekonomian dengan demikian kami merating ADD untuk PGAS dengan target harga IDR 3.300 untuk 12 bulan kedepan.