Salah satu prioritas utama Pemerintahan Jokowi adalah menurunkan beban logistik dari 27% menjadi 20% GDP pada tahun 2020, salah satu strategi yang dilakukan adalah meningkatkan infrastruktur nasional. Beban logistik yang rendah akan membuat multiplayer effect pada ekonomi nasional, penurunan inflasi dan membuka pasar baru didaerah.

Pengangkutan barang menggunakan laut akan diuntungkan dengan bertambahnya volume cargo seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan juga menurunnya beban logistik. Langkah pemerintah dalam membangun tol laut akan membutuhkan dana $US60bn selama 5 tahun, sebagian besar dana ini akan ditanggung oleh APBN dan BUMN Pelindo.

Bila rencana ini sukses maka akan meningkatkan efisiensi transportasi sebanyak 30-45%. Walau Indonesia negara maritim yang penuh dengan pulau-pulau tetapi transportasi laut hanya 22% dari seluruh total kapasitas transportasi nasional.
CIMB memprediksi sektor transportasi laut (shipping) akan memasuki masa upcycle dikarenakan beberapa faktor :

  1. Komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri maritim Indonesia,
  2. Mulai menguatnya perdagangan antar pulau di Indonesia, dan
  3. Azas Cabotage yang memberikan keuntungan untuk pemain domestik.

Tingginya biaya transportasi laut dikarenakan perdagangan dan produktivitas ekonomi yang tidak seimbang antara Jawa dengan pulau lainya oleh karena itu Jokowi berencana untuk merelokasi industri dan menumbuhkan kegiatan ekonomi dipulau lain dengan membangun infrastruktur dan memberikan insentif investor apabila mau investasi diluar pulau Jawa. Dalam pandangan CIMB ini merupakan peluang untuk transportasi laut yang menggunakan kontainer (container shipping), mengingat rendahnya penetrasi penggunaan kontainer di Indonesia.

CIMB memilih TMAS sebagai top pick dengan rating ADD dan target harga RP 3.250, hal ini dilakukan dengan melihat TMAS sebagai pemain container shipping terbesar ke 4 di Indonesia dan valuasi yang masih menarik PE 6.5x FY15 dan PE 5.8x.

Selain itu CIMB juga memasukan SOCI (target harga RP 850) dikarenakan perseroan akan segera memiliki galangan kapal terbesar di Indonesia yang berlokasi di Karimun Riau, Valuasi juga menarik dengan PE 5.0x FY15 dan PE 4.4x FY 16.