Ringkasan Tanya Jawab Public Expose Indo Tambangraya Megah di IDX INVESTOR SUMMIT & CAPITAL MARKET EXPO 2015 Jakarta, 12 November 2015

NO PERTANYAAN JAWABAN  
1 Strip ratio ditargetkan turun di Q4  2015 dan apakah target ini akan berlanjut ke tahun depan? Dan apakah ada target for cash cost untuk tahun 2016? Ya, untuk stripping ratio memang ditargetkan akan turun di Q4 2015 jadi secara keseluruhan untuk tahun 2015 akan lebih rendah. Untuk tahun 2016, kita masih dalam tahap simulasi tapi diperkirakan tidak akan lebih tinggi dari tahun ini.

 

2 Untuk    produksi,    apakah   akan  ada production cut untuk tahun depan? Untuk produksi juga diperkirakan tidak akan lebih besar dari tahun 2015 ini, namun sekarang masih dalam proses dan mungkin diawal tahun baru dapat kita ketahui.

 

3 Untuk sumber daya yang dimiliki oleh ITM, bagaimanakah kemungkinan untuk merubah sumber daya tersebut menjadi cadangan? Merubah dumber daya menjadi cadangan sangat mungkin tergantung beberapa faktor, untuk ITM salah satunya diperlukan drilling lebih banyak untuk merubah sumber daya menjadi cadangan.

 

4 Berapakah asumsi harga batubara yang dipakai ITM untuk Cadangan yang dimiliki ITM? Dan apakah kita harus antisipasi untuk impairment di Laporan Laba & Rugi Q4 2015? Untuk cadangan batubara, kita memakai asumsi harga batubara jangka panjang, sehingga walaupun indeks harga batubara sedang turun tapi kita tidak sewaktu-waktu menurunkan asumsi harga batubara jangka panjang tersebut. Begitu juga ketika harga batubara sedang tinggi dan mencapai > USD 100, asumsi harga batubara jangka panjang yang kita gunakan berkisar USD 85-90. Dan untuk kondisi sekarang, asumsi harga batubara jangka panjang sekitar USD 70-80. Untuk menghitung impairment, kita melakukan update setiap 2 tahun yang dilakukan oleh konsultan independen dan per akhir tahun 2014 terdapat impairment sekitar 30-40 juta. karena itu reserve kita sekarang sekitar  245 juta.

 

5 Untuk penjualan ITM sudah mencapai 97% yang sudah dikontrak. Berapakah harga   batubara   yang   dipatok   untuk kontrak tersebut? Dan berapa lama harga patokan tersebut akan dipakai  dan apakah akan dibawa ke tahun depan? Harga untuk penjualan tahun ini yang sudah fix adalah sebesar 97% dan sisanya mengacu berdasarkan  indeks  dan  harga  rerata  dipastikan lebih rendah dari tahun lalu. Untuk tahun depan, penjualan ITM yang sudah dikontrak 50% dengan harga bervariasi, ada yang sudah fix dan ada yang mengacu indeks

.

6 Berapakah perkiraan CAPEX untuk tahun 2016? Dan mengapa realisasi CAPEX untuk tahun 2015 rendah? Untuk CAPEX tahun ini ditargetkan sekitar USD 64,4 juta dan baru direalisasikan dalam periode 9 bulan ini sebesar USD 16,7 juta. Hal ini dikarenakan ada beberapa proyek yang kita tunda realisasinya dan kemungkinan besar akan dibawa ke tahun depan. Selama penurunan harga batubara ini, memang kita prioritaskan hanya proyek yang mendesak dan kita menunda proyek yang tidak begitu mendesak. Untuk angka CAPEX di tahun depan, belum bisa dipastikan besarnya tapi diperkirakan tidak akan lebih besar dibanding tahun ini.

 

7 Dari segi penjualan, ITM sudah mencapai 97% yang dikontrak, tapi kenapa efek penurunan ke laba cukup signifikan? Harga penjualan mengikuti index internasional dan trendnya menurun saat ini. Dibanding tahun lalu dimana harga rerata kita keseluruhan mencapai USD 67/ton dan tahun ini diperkirakan terdapat selisih sekitar 10 USD/ton yang menyebabkan penurunan laba. Untuk mencegah turunnya laba yang lebih signifikan, kita fokus dalam melakukan upaya efisiensi biaya di segala lini, dan juga didukung oleh turunnya harga bahan bakar.

 

8 Untuk tahun depan, apakah  diperkirakan harga batubara ITM akan sama, turun atau akan mengalami pemulihan? ITM tentunya tidak kebal dengan perubahan pasar yang belakangan ini cukup dinamis sehingga sulit untuk diprediksi. Namun, ITM  memiliki kelebihan dengan memproduksi batubatra berkualitas medium-tinggi yang mana efeknya di pasar tidak terlalu signifikan dan posisi ITM pun cukup bagus dalam penetrasi pasar.

 

9 Apakah yang dimaksud dengan IPCC? Dan berapakah efisiensi yang dicapai dengan IPCC tersebut? Dan apakah konsep tersebut juga diterapkan di tambang lainnya? IPCC adalah singkatan dari adalah In-pit Crusher & Conveyor. Selama ini metode yang paling umum digunakan di Indonesia adalah Truck & Shovel untuk open pit (tambang terbuka). Yang kita ketahui untuk pengangkutan dengan volume yang besar akan lebih efektif and efisien dan lebih murah jika menggunakan conveyor dari tenaga listrik dibanding dengan motor diesel. Sehingga, yang kita lakukan disini adalah menggunakan kombinasi IPCC dan juga Truck & Shovel. Jadi yang kita dapatkan dengan IPCC adalah proses pengangkutan tanah penutup (overburden) dari dalam tambang menuju keluar akan lebih murah jika dibandingkan dibawa dengan truk keliling. Bahkan dengan biaya lebih murah tersebut, kita bisa mengambil batubara lebih dalam dan stripping ratio bisa lebih besar dan juga bisa meningkatkan cadangan.

Diperusahaan tambang lain juga ada yang menerapkan konsep yang kurang lebih mirip IPCC.

 

10 Bagaimanakah dampak kabut asap  yang terjadi di Kalimantan dengan operasi tambang ITM? Dampak dari kabut asap paling dirasakan dilokasi tambang PT Bharinto Ekatama (BEK) karena kebakaran lahan yang cukup besar terjadi di Kalimantan Tengah, menyebabkan kondisi jalan angkut BEK menjadi tidak aman sehingga kadang operasi pengangkutan terpaksa dihentikan. Untuk lokasi tambang ITM lainnya, tidak terdampak dari kabut asap tersebut.

 

11 Untuk buyer, apakah tahun depan akan berubah proporsinya? Presiden Jokowi memang akan fokus ke Pembangkit Listrik Tenaga Batubara tapi pasti akan butuh waktu untuk penerapannya sedangkan China sekarang lebih fokus ke clean energy. Untuk pasar di tahun mendatang, Indonesia mencanangkan pembangunan proyek listrik 35,000 MW dalam 5 tahun mendatang sedangkan pembangkit yang akan memakai batubara sebesar 20,000 MW. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap industri batubara nasional. Walaupun kapasitasnya dan pencapaiannya masih dipertanyakan namun setidaknya hal tersebut akan menambah kesempatan bagi peserta domestik.

Selain Indonesia, dalam hal pembangunan PLTU berbahan bakar batubara di negara ASEAN masih cukup dominan untuk 10 tahun ke depan. Dan sekali lagi ITM memiliki posisi strategis karena batubara ITM memiliki kualitas yang medium sehingga kita cukup kompetitif untuk pasar yang premium dan yang berkembang.

 

12 Mengapa effective tax rate untuk Q3 2015 lebih tinggi dibanding tahun lalu? Dan untuk keseluruhan di tahun 2015 ini apakah akan lebih besar dari 30%? Kenaikan effective tax rate disebabkan oleh tax write-off yang kita lakukan berdasarkan hasil  audit pajak tahun 2013. Jadi di tahun 2013, kita memiliki kelebihan bayar pajak sebesar hampir USD 60 jutaan. Jadi dari situ kita mendapat pengembalian pajak dari kantor pajak sebesar USD 50 jutaan namun sisanya sebesar USD 9 jutaan harus di write-off berdasarkan keputusan kantor pajak dan oleh karenanya tax write-off tersebut menjadi beban pajak yang menyebabkan effective tax rate menjadi lebih tinggi. Namun, secara keseluruhan untuk tahun 2015 effective tax rate diperkirakan masih dibawah 30% karena kenaikan di Q3 2015 ini hanya bersifat sementara.

 

13 PT Kitadin Tandung Mayang and PT Jorong Barutama Greston akan memasuki   masa   penutupan tambang. Ya, memang benar Kitadin Tandung  Mayang akan memasuki penutupan tambang dan semua asset dan karyawannya kami alihkan ke salah satu

 

  Apakah rencana selanjutnya untuk keduanya? Dan apakah ITM akan melakukan merger dan akuisisi untuk ekspansi ke tambang yang lain ? Anak perusahaan kami bernama PT Tambang  Raya Usaha Tama yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan menjadi salah satu kontraktor pertambangan di PT Indominco Mandiri. Untuk PT Jorong Barutama Greston (JBG), kami masih dalam tahap perencanaan karena penutupan pertambangannya masih di 2017. Ini juga terkait dengan upaya kita untuk merger atau akuisisi, kita masih proses untuk mendapatkan konsesi yang tepat. Jika kita bisa mendapatkan konsesi yang baru, tidak menutup kemungkinan aset JBG bisa kita transfer kesana.

 

Jakarta, 13 November 2015

PT Indo Tambangraya Megah Tbk